Menu

Terjebak Di Ruang Waktu

May 30, 2018 - Misteri
Terjebak Di Ruang Waktu

Nama saya Edi dari kota Cirebon tapi saya sudah lama tinggal di kota Depok. Tepatnya di daerah Sawangan, Bojongsari kota Depok. Sekitar 9 tahun saya sudah menetap di daerah Sawangan. Saya telah menikah dan memiliki 2 anak. 1 pria dan 1 wanita, saya adalah karyawan pribadi yang lama dan saya bertanggung jawab untuk membelanjakan anak dan istri saya. Jarak dari rumah ke tempat saya bekerja kurang lebih 11 km yang dapat ditempuh dengan waktu 15-40 menit.

Oke saya akan memberitahu Anda pengalaman nyasar ke gerbang yang tidak terlihat yang menurut saya aneh tetapi sebenarnya saya alami yang terjadi sekitar 3 tahun yang lalu. Sore itu saya pulang sekitar pukul 18:55 WIB pada hari saya masih ingat, Selasa malam Rabu. Seperti biasa saya memacu sepeda motor saya hanya 30 km / jam dengan lingkungan saya yang penuh sesak mobil dan motor yang mendahului satu sama lain. Tepat di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), suara doa Isa terdengar keras karena di sekitar RSUD ada masjid yang cukup besar.

Karena jalan sedang diperbaiki, semua pengendara dialihkan ke gang melewati bagian belakang masjid. Saya mengikuti dari belakang tempat para pengendara melewati rumah orang-orang dan tikungan dan belokan yang akhirnya berada tepat di belakang masjid. Tapi saya tidak lagi melihat deretan atau deretan pengendara sepeda motor di depan saya, yang saya lihat jalan tanah yang tepat dan meninggalkan pohon-pohon palem tinggi berdiri dengan suasana gelap gulita tanpa setitik lampu apalagi listrik.

Saya terkejut dicampuri ketakutan akan keberadaan saya sekarang. Begitu tidak dikenal dan seperti tidak ada yang pernah lewat, aku terus menyusuri jalan meskipun aku terkejut dan takut bahwa kepalaku tampak kanan dan kiri jika ada seseorang yang bisa aku tanyakan. Sekitar 10 menit perjalanan saya melihat seseorang membawa obor dan akan kembali ke sebuah gubuk tidak jauh dari jalan yang saya lewati.

Saya menghentikan sepeda saya dan bertanya kepada ayah. “Maaf pak saya mau tanya, mau kemana arah Bojongsari dimana Pak? Memegang obor ayah menjawab” Kamu sudah salah, terlalu jauh. Sekarang kembali dan jangan melihat ke belakang. Di belakang Anda semakin dalam dan lebih gelap “Aku ingin tahu apa artinya itu.

“Terima kasih, Pak, atas bantuannya” jawab saya ketika saya memutar sepeda saya. Tapi saya tidak sengaja menginjak tali sepatu saya lepas dari ikatan. Kemudian saya berdiri di samping motor dan duduk di batang pohon yang tumbang. Tanpa sadar saya bergumam dan membaca Istighfar “Astaghfirullah haladzim. Saya di sana di mana ya” segera jalan terbentang di depan saya yang memagari lampu-lampu dengan penghuni perumahan kanan dan kiri dan toko-toko yang ramai.

“Allahuakbar, bagaimana bisa! Aku mencari ayah yang membawa obor tadi, telah menghilang entah kemana dan gubuk yang kulihat telah berubah menjadi Indomart. Aku buru-buru menginjak motorku sambil terus membaca ayat-ayat suci dari Alquran sebanyak yang saya ingat. Sesampainya di rumah, keluarga itu menunggu dengan wajah cemas yang katanya saya sudah berkali-kali menelepon melalui telepon tetapi selalu tidak terhubung ketika kondisi sel saya setelah charger (baterai penuh).

Saya melihat jam “Oh Tuhan itu 22:30 Wib, lama sekali saya pergi. Namun saat itu masih terdengar Adhan Isya”. Kemudian saya menceritakan kisah tentang apa yang terjadi pada putra dan istri saya. Semoga para pembaca tidak akan mengalami apa yang saya alami. Beruntung saya masih bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga karena ada “ayah misterius yang membantu saya”.

Itu adalah bagian dari pengalaman misterius saya. Tanpa rekayasa, semoga menjadi cerminan ke mana pun kita pergi, ke mana pun kita pergi, ingatlah kepada Allah swt. Kami pasti akan aman. Amin.