Menu

Sosok Hantu Di Pohon Durian

May 21, 2018 - Misteri
Sosok Hantu Di Pohon Durian

Hai nama saya johanes dan mungkin ini adalah cerita ketujuh saya tentang rumah hantu di dekat pohon durian, setelah hampir 7 bulan akhirnya saya bisa menulis cerita lagi di KCH. Oh ya kisah nyata ini dialami oleh saudara saya sendiri. Ketika dia masih di sekolah dasar. Dan mungkin ingatan ini tidak akan pernah dilupakan olehnya. Insiden itu terjadi tepatnya di pintu masuk gang ke rumah kami terlebih dahulu.

Di persimpangan itu ada rumah penuh tanda tanya dan misteri. Rumah besar tempat perampokan dimana seluruh keluarga dibunuh bersama dengan pembantu, itu adalah kisah tragis yang terjadi saat itu. Sejak itu, rumah itu mungkin rumah paling angker di desa kami. Karena ketika malam sering terdengar suara tangis sedih dan teriakan.

Rumah itu sangat luas, dan merupakan rumah bagi banyak pohon pisang yang sangat tidak terawat, dan di sebelah kanan adalah kuburan (jika ibu saya mengatakan itu adalah kuburan pemilik rumah dirampok). Sementara di depan rumah ada pohon durian yang sangat kental dan meminta durian agar banyak kisah menakutkan terjadi. Ada cerita yang pernah bertemu kuntilanak duduk di salah satu cabang pohon dan menghilang ke dalam rumah. Ada juga cerita yang pernah bertemu genderuwo, dan bertemu pocong. Seperti saudaraku.

Setelah shalat maghrib, saudara laki-lakiku seperti biasa pergi mengajar dengan teman-teman ke tempat ziarah in’am (yang adalah paman kami sendiri dan sekarang sudah mati). Rumah paman saya berbeda dengan kami dan tentu saja jika paman saya harus lewat dari depan rumah. Ketika saya pergi ke sana ada sesuatu yang aneh, tetapi dalam perjalanan kembali setelah hari itu, saudara saya berpisah dengan teman-temannya dan dia melewati rumah yang angker, gelap dan tidak berpenghuni itu sendiri.

Ketika dia ingin menjalankan suara yang sangat keras jatuh dari pohon durian. Secara spontan saudara saya terkejut dan berbalik ke pohon, tetapi tidak ada seorang pun. Lalu dia mencoba berlari lagi, tetapi tiba-tiba ada suara yang terdengar seperti memanggil “kakek kakek dong, dong kakek jatuh”. Saudaraku melihat kembali ke pohon, dan benar saja ada seorang lelaki tua yang duduk di tanah tampaknya telah jatuh.

Tanpa berpikir aneh seperti apa kakakku berjalan menghampiri kakeknya, ketika beberapa meter lagi akan mencapai kakek itu tiba-tiba seluruh tubuh kakek itu keluar. Semakin lama semakin lambat sampai tubuh kakek lenyap dan asap yang menjelma dan berinkarnasi menyerupai sosok pocong dengan wajah menyeramkan, air mata adikku terguncang dan keringat dingin gemetar.

Dia mencoba berlari sekuat mungkin tapi dia hanya berlari di tempat, ditutupi rasa takut yang kuat bahwa kakakku akhirnya pingsan. Ketika saudara saya ternyata dia sudah ada di rumah dan rumah kami telah sibuk beberapa tetangga termasuk paman saya di paman yang juga termasuk kakak saya nga guru.

Ternyata ketika kakak saya pingsan orang tua saya gelisah karena sampai hampir jam 10 malam belum pulang, akhirnya ayah saya memutuskan untuk mengikuti rumah paman saya dan ketika melintasi rumah kosong itu ayah saya menemukan saudara saya terbaring di bawah pohon durian.

Setelah hari berikutnya saudara laki-lakiku baru saja memberitahuku tentang apa yang terjadi pada orangtuaku. Dan orang tua saya mengatakan bahwa banyak penduduk desa telah melihat penampakan rumah dan pohon durian. Karena kejadian itu kakak saya ketika malam tidak berani lagi sendirian saat melintasi rumah.

Itu adalah peristiwa mengerikan yang saudara saya katakan tidak mungkin untuk dilupakan sampai sekarang, sampai saudara saya menceritakan tentang itu dan saya menulisnya dalam sebuah cerita yang mungkin tidak mengerikan bagi Anda, dan beruntung saya tidak dilahirkan di desa itu tidak perlu untuk merasakan rumah keangkeran.