Menu

Sosok Arwah Nenekku

May 17, 2018 - Misteri
Sosok Arwah Nenekku

Hy nama saya siti biasa di panggil sama teman-teman opoy * haha, namanya sama panggilan nggak cocok ya * haha. Iya nggak tuh ya ya tuh teman-teman * ngelandihnya seperti iseng-iseng. Oh ya saya pingin pengalaman nyeritain saya nih ketika ibu nenek saya meninggal dua minggu yang lalu, oke ya saja.

Malam itu saya tidur sendiri, biasanya saya selalu tidur dengan teman-teman saya. Entah mengapa malam itu tidak ada satu teman pun yang menginap di rumah saya, di hati saya terasa “kenapa tidak biasanya ya saya suka ini!”. Yang ada dalam pikiran saya dibuat untuk tidur dengan saudara perempuan saya, karena malam itu perasaan saya tidak baik tapi ya saya urungin tuh niat untuk tidur dengan saudara perempuan saya karena saya malu masih gede masih tidur dengan saudara perempuan saya.

Saya dipaksa tidur sendiri, saya mulai memberanikan diri ketika sedang memainkan ponsel saya sehingga ketakutan saya tidak berlebihan. Tetapi meskipun saya mencoba untuk takut itu membuat perasaan saya lebih tidak nyaman, jam menunjukkan pukul 22.34 tetapi saya belum dapat tertidur. Setiap kali saya menutup mata, mata saya selalu terjaga dan seperti yang harus saya lihat.

Malam itu begitu sepi, tanpa aku sadari itu selalu angin lembut bertiup ketika di kamar saya tidak mungkin berakhir di kamar saya ditambahkan kedap suara. Beberapa detik kemudian saya mulai resah, waktu berjalan untuk waktu yang lama, kejadian-kejadian aneh mulai terasa tetapi saya mencoba untuk tenang dan * mengabaikannya seolah-olah tidak ada tetapi hati saya mulai berdetak.

Nafasku mulai terasa kencang, aku berusaha menguatkan hatiku dan tiba-tiba aku mencium bau ibu dari nenekku yang disukainya dan kursi goyang yang sering dia duduki selama hidupnya. Hatiku mulai lepas kendali, keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Saya ingin memejamkan mata tetapi mata saya tidak bisa memerintah saya, dia melotot dan tidak bisa berada di telapak tangan.

Selanjutnya aku mendengar suara langkah-langkah yang sepertinya menuju ke kamarku, untuk sesaat nafasku berhenti * drap, drap, drap. Diiringi suara tongkat yang digunakan oleh ibu nenek saya. Semakin jelas aku mendengar gerakan itu, semakin jelas ke ruangan. Beberapa saat kemudian pintu ke kamarku terbuka “* krakark!”. Saya melihat seorang wanita bungkuk, mengintip ke kamar saya.

Saya segera pura-pura tertidur, berharap soaok itu menghilang tetapi saya tidak mengharapkan apa yang saya harapkan. Sosok itu berubah ke kamarku dan mulai berjalan perlahan, aku mulai gemetar dan bingung apa yang harus kulakukan. Sementara sosok itu perlahan berjalan menuju tempat tidurku. Dalam hati saya mencoba berpikir positif tetapi sebenarnya saya tidur dalam ketakutan karena sosok yang mengerikan mendekati tempat tidur saya.

Beberapa detik kemudian saya merasakan sesuatu yang dingin menyentuh kaki saya, basah dan dingin, keringat dingin mulai mengalir tetapi lebih cepat daripada yang pertama. Tanganku mulai naik di atasku, dari kaki sampai lutut dan mataku tetap tertutup karena rasa takutku yang mulai membuatku gelisah, akhirnya aku menjerit sekuat mungkin dan pingsan.

Pagi berikutnya saya bangun dan bingung karena semua anggota keluarga saya sedang meliput saya dan saya bertanya “ada apa?”. Mereka menjawab “tidak ada apa-apa”, dan saya diam di dalam hati “* kera benar-benar hidup saya, mengapa berusaha berada dalam semangat nenek saya yang datang mati eh”. (Eh ya, nama hantu itu sudah mati). Dan pertama kali saya merasa seperti melihat Setan, sejak hari itu saya tidak bisa berani tidur sendiri, lebih buruk lagi jika saya ingin pergi ke mana saja dan meminta antar-berani tidak keluar malam