Menu

RUMAH KOSONG

May 15, 2020 - Misteri, Mitos
RUMAH KOSONG

RUMAH KOSONG Setiap kali aku berjalan melalui rumah itu seperti ada yang mengikuti ku dari belakang,rumah itu kotor namu masih lengap pintu dan jendela nya juga masuh utuh.

Baik aku akan menceritakan bagaimana kejadian itu berlangsung.Sebelumnya perkenalkan namaku adalah Ince Aureliana,sering di sebut dengan Ince atau ana.Langsung saja aku ceritakan bagaimana kronologi tentang rumah itu yang aku beri judul RUMAH KOSONG.

Ada satu rumah kosong sering aku lalui menuju untuk menuju rumah.Tapi suatu saat aku seperti melihat ada seseorang didalam rumah kosong itu.Aku tidak selalu sendiri pulang kerumah,aku selalu bersama dengan teman ku Ita.Kebetulan rumah ku tidak terlalu jauh dari rumah Ita,sekitaran 2 km dari rumah ku untuk bisa sampai ke rumah Ita.Kala itu aku berjalan pulang sendiri karena Ita sedang sakit sehingga tidak dapat sekolah.

Aku tidak pernah peduli dengan rumah kosong itu karena sudah biasa aku lewati.Namun entah mengapa hari itu aku seperti menoleh ke arah rumah itu sehingga melihat seperti ada seseorang yang berdiri di dalam rumah itu.Namun aku tidak melihat jelas itu siapa.Mungkin itu yang punya rumah,itu yang ada didalam hatiku.Tidak terlalu jauh aku berjalan tiba-tiba seperti ada yang mengikutiku dari belakang.Aku mulai mempercepat langkah ku untuk menuju rumah.

Setelah hampir sampai dirumah aku pun mulai menoleh kebelakang karena aku sangat penasaran siapa yang mengikuti ku.Setelah aku menoleh ternyata tidak ada seorang pun yang aku lihat.Aku pun mulai cepat masuk kerumah.

Sehingga keesokan harinya aku pulang agak lebih sore, sekitaran jam 06 aku berjalan dari depan gang untuk munuju rumah.Sedikit info mengenai rumah kami itu berada di perumahan,jadi untuk sampai dari jalan Raya kerumah sekitara 5 km.

Aku pun malai cepat untuk berjalan karena tidak ada yang bisa menjeput ku pada hari itu.Biasanya jika sudah larut aku akan di jemput,tetapi karena ayah sedang sibuk,dan kakak Riko juga sedang ada urusan di kampus maka aku pun harus berjalan untuk pulang.Setelah aku mempercepat jalan ku,lagi-lagi seperti ada yang mengikuti ku dari belakang.Namun tidak seperti jejak kali orang yang sedang berjalan normal.Aku pun mulai merasa gelisah saat itu,setelah aku sampai di depan rumah kosong itu kakiku seperti ada yang menahan sehingga keram untuk berjalan.

Khawatir nya aku saat itu,karena jantungku tidak berhenti berdebar saat itu.Aku mulai menoleh ke belakang untuk melihat apakah ada seseorang yang mengikuti ku itu bisa membantuku.Namun aku tidak ada melihat seorangku di belakang ku.Tidak ada seorang pun yang aku lihat saat itu.
Aku mulai sentak kan kaki pun supaya bisa jalan kembali,syukur saja kala itu aku bisa berjalan kembali.Aku pun semakin cepat berjalan,tetapi tetap saja seperti ada yang mengikuti dari belakang.

Aku pun mulai berdoa didalam hatiku supaya tidak ada sesuatu yang buruk menimpaku.Semakin penasarannya aku terus menoleh kebelakang.Namun tidak ada seorang pu yang aku lihat di belakang ku.
Lari-lari kecil lah mulai aku lakukan karena aku mulai gelisah kala itu.Tiba-tiba saja seperti ada yang berhembus di dekat telinga ku.Bulu kuduk ku pun semakin berdiri karena aku sangat takut saat itu.

Untung saja aku cepat sampat sampai dirumah karena berlari.Ibu pun mulai bertanya karena aku seperti orang baru berlari 200 kilometer.Aku mulai menceritakan kejadian itu kepada Ibu,namun ibu hanya menenangkan ku dan berkata tidak ada apa-apa hanya perasaan ku saja.
Kala itu aku mulai takut pulang larut.Aku juga berceritakan semua kejadian itu pada Ita,ia pun semakin merinding mendengar ceritaku.Ketika kami melewati rumah kosong itu kami pun mempercepat langkah kami.

Keesokan hari nya kami pun pulang agak lama karena kami ada kelas tambahan.Aku sudah sangat panik kala itu,namun aku pikir aku tidak sendiri.Aku akan pulang bersama dengan Ita.Kami pun mulai berjalan bersama dan mulai bercerita di tengah perjalan.Namun tiba-tiba saja terdengar suara aneh dari dalam rumah kosong itu.Terdengar seperti orang menangis,seketika saja kami terdian dan aku mulai takut.Aku mulai bertanya kepada Ita apakah ia mendengar suara itu.Ternyata kami berdua mendengar suara itu sehingga membuat kami berlari terbirit-birit karna ketakutan.

Baca selanjutnya….