Menu

RAKSASA KEBO IWA PENUNGGU DANAU BATUR

May 25, 2019 - Misteri
RAKSASA KEBO IWA PENUNGGU DANAU BATUR

KORAN GAIB, Terlahir dan tumbuh sebagai orang asli Indonesia, Pada masa saat kita masih kecil pasti kita sudah cukup familiar dengan adanya cerita rakyat yang biasanya memang melegenda dari generasi ke generasi.

Salah satunya seperti cerita rakyat yang satu ini dari Bali yang sudah sangat melegenda, seperti kisah satu ini tentang asal-muasal terbentuknya danau Batur. Danau Batur sendiri adalah salah satu tempat tujuan wisata terkenal di Pulau Dewata yang banyak di kunjungi turis asing mau pun lokak, terletak di Desa Penelokan Utara, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dan berjarak sekitar 65 km dari kota Denpasar. Cantik dan indah mempesona dan punya hawa yang sejuk, Danau Batur yang satu ini banyak menyimpan cerita legendaris di belakangnya.

Seperti di kisahkan mengenai asal-usul terbentuknya danau Batur, tidaklah lepas dari sosok raksasa penunggu danau batur bernama Kebo Iwa, raksasa ini digambarkan sebagai raksasa yang sangat baik suka menolong para penduduk sekitar seperti membantu untuk membangun rumah-rumah dan pura tempat ibadah para penduduk. Seperti yang diceritakan, Kebo Iwa tidak pernah meminta apapun sebagai imbalan atas bantuannya, ia hanya meminta disediakan makanan yang banyak.

Pada awalnya, para penduduk pun bisa menyanggupi permintaan makanan dari Kebo Iwa, namun lama kelamaan para penduduk pun mulai merasa kesulitan menyediakan makanan untuk sosok Kebo Iwa terutama saat musim kemarau melanda karena lumping padi pelan-pelan menjadi kosong, bahan makanan pokok pun sangat sulit didapat hingga pada akhirnya sang raksasa pun mengamuk karena tidak mendapatkan keinginannya.

Dilanda rasa takut dan panik oleh amukan Kebo Iwa, disebutkan lebih lanjut para penduduk pun mulai berpikir keras bagaimana cara untuk melawan sang raksasa yang begitu kuat tersebut. Sampai akhirnya semua masyarakat pun sepakat untuk mengelabui Kebo Iwa dengan berpura-pura membutuhkan pertolongan Kebo Iwa untuk membangun kembali rumah-rumah serta pura tempat peribadatan yang telah dirusak Kebo Iwa, lalu sebagai bayarannya penduduk yang diwakili oleh kepala kampung berjanji akan menyediakan makanan yang banyak kepada Kebo Iwa.

Singkat cerita, Akhirnya sang raksasa pun mulai tergiur dengan tawaran penduduk desa dan bersedia untuk membangun kembali rumah-rumah dan pura yang telah dirusaknya dalam waktu singkat. Sementara itu, di saat waktu yang sama para penduduk desa disebutkan mengumpulkan kapur dalam jumlah yang banyak.

Kemudian pada saat ketika Kebo Iwa sedang sangat sibuk menggali sumur, dengan menggunakan kedua tangannya langsung untuk menggali tanah. Perlahan-lahan, sumur yang digali pun semakin dalam dan semakin besar, sesekali sang raksasa disebutkan beristirahat di dalam sumur ketika siang hari.

Kemudian, para penduduk memanfaatkan kesempatan ini untuk memusnahkan sang raksasa kebo iwa, Tak lain dengan cara menguburnya hidup-hidup dengan menimbunkan Kebo Iwa dengan kapur yang begitu banyak yang mana akhirnya disebutkan membuat Kebo Iwa merasa panas akibat tercampurnya kapur dengan air, hingga akhirnya sang raksasa mati tenggelam terkubur di dalam sumur yang ia gali sendiri akibat air yang bercampur dengan kapur dan menciptakan panas yang melepuhkan kulit.

Lama kelamaan pun air sumur terus mengalir sangat deras lalu meluaplah dan berubah menjadi danau yang kini di banyak di sebut dengan nama Danau Batur dan tumpukan tanah yang digali dari sumur tersebut menjadi sebuah gunung yang dinamai Gunung Batur. Inilah kisah cerita rakyat yang sangat diyakini oleh masyarakat sekitar soal asal-usul terbentuknya danau dan gunung Batur.

Namun, jika ditelisik dari sisi segi ilmu ilmiah, proses terbentuknya danau Batur sendiri dikatakan karena dua letusan Gunung Batur tua yang memiliki ketinggian lebih dari 3000 meter diatas permukaan laut.

Gunung api Batur purba ini meletus sekitar 29.300 tahun yang lalu dan menghancurkan separuh bagian gunung bagian atas. Lalu letusan dahsyat tersebut, mengakibatkan oleh amblasnya dasar Gunung Batur berukuran 13,8 kali 10 kilometer persegi melingkar dengan diameter 7,5 kilometer lalu membentuk dinding terjal sedalam kira-kira 400 meter, terjadilah kaldera yang pertama.

Kemudian dilanjutkan lagi dengan letusan kedua yang pada saat itu terjadi pada 20.150 tahun yang lalu dari kawasan pusat kaldera dan danau Batur, memicu kembali amblasnya dasar Gunung Batur yang membentuk kaldera melingkar di dalam kaldera pertama, terjadilah kaldera kedua yang membentuk topografi dinding terjal sedalam rata-rata 200 meter.

Bagian daerah terendah gunung api Batur inilah yang kemudian membentuk menjadi danau yang disebabkan proses akumulasi air hujan yang sekarang dikenal sebagai Danau Batur. Kabarnya, kini ketinggian puncak Gunung Batur ada di titik 1717 meter diatas permukaan laut atau 686 meter dari permukaan air Danau Batur.