Menu

PENUMPANG BONEKA MISTIS

May 26, 2019 - Misteri
PENUMPANG BONEKA MISTIS

Salah satu mainan favorit saya sebagai seorang anak adalah boneka. Meski begitu, saya lebih suka boneka berbentuk binatang daripada manusia, apalagi boneka keramik. Saya selalu membayangkan bahwa ada jiwa manusia yang terperangkap di dalam boneka berbentuk manusia. Mungkin karena imajinasiku bercampur dengan film horor yang kerap menampilkan boneka manusia sebagai karakter menyeramkan? Hihihi.

Tetapi jika film horor dengan boneka manusia membuat Anda ngeri, mungkin Anda akan menghindari bepergian dengan pesawat di Thailand. Sebab, baru-baru ini maskapai Thai Smile Airways mengumumkan peraturan baru yang cukup untuk membuat rambut merinding. Maskapai penerbangan ini memungkinkan kami memesan kursi pesawat untuk boneka mirip manusia yang saat ini populer di Thailand, bernama Luk Thep.

Luk Thep, atau diterjemahkan sebagai “anak malaikat” adalah boneka berbentuk manusia yang berisi semangat anak-anak yang diyakini membawa keberuntungan, seperti dilansir refinery29.com. Pemilik boneka Luk Thep memperlakukannya seperti anak-anak sungguhan. Misalnya dengan mengajak mereka belanja, restoran, dan bahkan traveling.

Kebijakan Thai Smile yang baru diberlakukan sebagai bentuk respons pelanggan yang tersinggung karena boneka Luk Thep mereka harus disimpan di penyimpanan yang tidak patut. Sekarang, maskapai akan memberikan kuota kursi penumpang untuk Luk Thep. Layanan yang diberikan sama dengan pelanggan reguler, termasuk makanan dan minuman ringan.

Namun kebijakan ini tidak sepenuhnya disetujui oleh warga Thailand. Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha menyarankan masyarakat untuk tidak membuang-buang uang mereka karena tren dan memperingatkan agar tidak terbawa oleh aliran kepercayaan yang tidak dapat diverifikasi. Selain itu, beberapa orang mencoba terbang dengan boneka Luk Thep dan barang-barang selundupan ilegal. Awal pekan ini, seorang penumpang mencoba menyelundupkan 200 tablet yaba (sejenis amfetamin) di salah satu boneka itu. Wow!

Apa pendapat Anda tentang peraturan ini? Apakah Anda pernah memiliki pengalaman dengan peraturan maskapai asing yang cukup aneh seperti aturan ini?