Menu

NENEK PENJAGA MESS

May 28, 2020 - Misteri
NENEK PENJAGA MESS

NENEK PENJAGA MESS Perkenalakan namaku adalah Tania,aku bekerja di salah satu pabrik pembuatan alat bangunan.Kami pun tinggal di 1 mess yang cukup besar,karena kami dirumah itu kira-kira 40 orang.Jadi mess kami ini lumayan agak jauh dari Pabrik tempat kami bekerja,jadi jika kami ingin berangkat bekerja harus pagi-pagi sekali bangun.

Kami juga biasa di jemput oleh Bus pabrik yang sudah di sediakan,pas saat itu aku masuk malam,jadi dari jam 7 sudah standby untuk menunggu bus jemputan kami.Jadi pas aku menunggu temanku yang belum selesai aku pun mencoba turun ke ruang tamu dibawah,jadi di lantai bawah itu khusus ruang tamu atau ruang berkumpul dan di lantai 2 kamar tidur kami.

Setelah itu aku langsung saja turun kebawa dan memasang musik dengan speaker yang mini di atas meja,tidak lama kemudian brak.Speaker itu tiba-tiba saja terjatuh kelantai,spontan saja aku terkejut dan langsung mengambil speaker itu dan langsung mematikan musiknya.Aku takut sekali saat itu juga aku tidak berpikir panjang,langsung saja aku berjalan kembali ke atas karena aku tak ingin kejadian itu kembali terulang.Setelah mereka selesai aku pun bersamaan dengan mereka kembali ke bawa untuk menunggu bus kami datang.

Selama di bawah aku hanya dia saja yang biasanya aku sangat heboh kali ini aku hanya diam dan sibuk dengan Hanphone ku saja.Sampai pada akhirnya mereka bertanya apakah aku sakit atau bagaimana,karena memang tidak biasanya aku seperti ini.”kamu kenapa nia?Kok diem aje dari tadi gak kayak biasanya kamu diam gini.”Emm gak kenapa-kenapa kok jeng”.Lagi gak mau ribut aja hehehe.

Setelah bus kami datang pun kami langsung saja pergi bersama-sama,aku pun tepat berada di kaca yang menghadap rumah.Anjiiirr dia ada lagi,aku terkejut ketika aku melihat ada nenek-nenek di jendela rumah yang menatap ke arah kami.Aku bener-bener gak tau lagi mau bilang apa,jantung ku saat berdebat sangat kencang karena melihat nenek si penjaga mess kami.Tiba saatnya kami untuk pulang kembali,aku sangat takut untuk kembali ke mess karena nenek itu sudah memperlihatkan dirinya kepadaku.Aku sangat terpaksa untuk pulang,karena memang aku juga sudah sangat letih.

Di dalam bus aku tetap berpikiran tentang nenek itu,sampai-sampai Tania!.Aaaaa spontan saja aku berteriak di dalam bus itu sehingga membuat yang lainnya menatapku.”Kamu kenapa sih dari semalem kamu kok diem aja,ada masalah ya?,kalau ada masalah kasih tau ke aku dong masa kita udah temenan lama gak mau kasih tau ke aku sih.”
Ini jeng aku ragu buat pulang ke mess nih,loh emang kenapa ni?”Emm itu aku tadi ada liat nenek-nenek di dalam mess kita jeng.Ohh nenek,emang nenek itu penjaga rumah itu ni.Emang aku juga belum pernah ketemu sih belum ada juga kejadian yang membuat aku risih,tapi kadang emang barang-barang suka bergeser kalau tadi aku lihat deket meja,terus nanti aku lewat lagi udah deket ke kursi dan emang kata Mbak Diah juga emang nenek itu yang jaga rumah katanya.Loh kok kamu gak bilang ke aku sih jeng kalau ada nenek yang jaga mess kita.Ya buat apa juga aku bilang-bilang biar kamu takut gitu,mending kamu tau sendiri heheh.
Iss kamu gitu deh samaku,Oh iya nenek itu serem gak ?Jeng jangan nanya gitu dong,tapi kalau di liat-liat gak serem-serem amat sih Jeng,cuman pucet aja yang aku liat dan rambutnya putih gitu,yah gimana nenek-nenek lah.

Sesampainya di rumah pun aku langsung mengucapkan salam,agar aku bisa tenang nantinya kalau nanti nenek menunjukkan dirinya.Kami pun langsung melanjutkan aktivitas kami dan langsung beristirahat.
Masuk di kejadian berikutnya dimana nenek kembali mejatuhkan barang lagi,saat itu aku sedang duduk diatas aku tidak ingin duduk sendiri di bawah jadi aku duduk menunggu di atas.Saat aku menunggu sebetulnya kami ada 3 orang di atas saat itu entah kenapa tiba-tiba saja remot TV yang dia berada di dekat kata terjatuh kebawah.Aku langsung berpikiran ok fix itu pasti nenek,langsung saja aku mengambil remot TVnya dan meletakan di meja cermin,walaahh cukk aku ketemu nenek lagi dari kaca dong yah.Aku gak mau liat lama langsung aja aku nunduk balik kembawah dan langsung berbalik menghadap Lisda yang sebetulnya berada di belakangku.

Aduh kenapa nenek nunjukin dirinya lagi ke aku sih,padahal aku kan gak siap ketemu dia.Secepat mungkin aku kembali lagi ke kamar dan Lisda langsung saja menyusul ku kedalam ia mengatakan tadi nenek ya ?Astaga kayaknya semua di rumah ini tau kalau ada nenek yah.Iya tau aja kan tadi dia jatuhin barang,gak pernah tau nenek gimana sih cuman tau dari Mbak Diah aja kalau nenek itu baik kok katanya.Aduh kayaknya aku memang tidak harus takut deh,kayaknya kalau aku takut nenek selalu nunjukin dirinya ke aku nih kalau gitu.Lama kelamaan aku sudah terbiasa dengan ke hadiran nenek di Mess kami karena sudah seringnya nenek itu aku lihat jadi sudah terbiasa bagiku.

Baca selanjutnya…