Menu

Misteri Terdamparnya Kapal Selam di Pulau San Telmo

April 30, 2018 - Misteri
Misteri Terdamparnya Kapal Selam di Pulau San Telmo

Pulau San Telmo di Kepulauan Mutiara, Panama memiliki rahasia di pinggir laut mereka seabad yang lalu. Ketika laut surut, orang-orang yang sering bepergian di sekitar pulau itu biasa dengan kehadiran kapal selam tua.

Entah apa sejarah disimpan di bawah keributan kapal selam usang. Di pantai pulau yang tidak berpenghuni, kapal tua itu dikabarkan telah terdampar untuk waktu yang lama.

Orang yang melewati kapal mereka, hanya bisa mengabaikan reruntuhan. Namun, tak ada yang penasaran untuk menyelidiki lebih dalam

Hingga akhirnya 16 tahun lalu, Jim Delgado, seorang penyelam sekaligus ahli arkeologi memperhatikan kapal selam. Saat melintasi daerah pulau San Telmo, Jim tahu bahwa ia akan melewati area makam untuk kapal selam Jepang, yang tenggelam selama Perang Dunia II.

Rupanya, dia tertarik untuk menyelidiki sejarah di balik kapal selam yang tenggelam. Pria itu cukup jeli melihat bangkai kapal selam yang terdampar di pesisir San Telmo.

Ketika berhasil menyelidiki kapal selam, Jim awalnya bingung karena kapal itu bukan orang Jepang atau dari Perang Dunia II. Ini dianggap misteri dan termotivasi untuk menyelidiki lebih dalam.

Ternyata upaya untuk mencari tahu tentang kapal selam tidak membutuhkan waktu yang singkat. Dengan bantuan seorang teman, Jim membutuhkan waktu hampir dua tahun untuk mencari tahu.

Namun demikian, pencariannya dibalaskan dengan penemuan cetak biru yang menyerupai kerangka dan kapal selam. Di dalam cetak biru, tanda tangan dimasukkan dalam nama Julius H. Kroehl, 1864.

Temannya menemukan cetak biru melalui sebuah majalah tua pada tahun 1902. Namun demikian, Jim perlu mencari tahu hubungan erat pulau-pulau di Panama serta kapal selam Kroehl.

Sampai akhirnya ia menemukan artikel harian New York Times pada tahun 1866. Tahun itu, Julie Kroehl, keturunan Jerman-Amerika menemukan kapal selam pertama yang bisa sepenuhnya tenggelam dan melakukan perjalanan di air.

Sebuah sungai di New York menjadi salah satu tempat untuk menguji kapal selam Kroehl. Jim yakin bahwa kapal karam yang karam di Panama adalah kapal selam Kroehl.

Setelah berhasil diuji di New York, kapal selam itu kemudian dibawa ke Panama untuk digunakan mengumpulkan mutiara. The New York Times kemudian melaporkan keberhasilan kapal selam Kroehl yang berhasil memanen hampir 10 ton mutiara pada tahun 1869.

Sayangnya, kapal selam itu tidak cukup panjang untuk digunakan. Petugas kapal selam mengalami insiden mual. Sebagian besar dari mereka mengalami demam dan penyakit dekompresi. Hingga akhirnya kapal itu disebut berbahaya bagi para awak.

Setahun setelah kapal selam tiba di Panama, pencipta kapal juga meninggal karena dekompresi. Sejak itu, kapal selam milik Kroehl dibiarkan berkarat di bawah air.

Jim kemudian mengungkap misteri kapal selam di 137 tahun kemudian.