Menu

Misteri Suku Dayak

April 22, 2018 - Misteri
Misteri Suku Dayak

Suku dayak adalah salah satu suku yang paling disegani dan memiliki ilmu kesaktian yang berasal dari Kalimantan. Di Kalimantan para tokoh yang berada di daerah pedalaman asli ini menjadi orang yang sangat di segani dan juga di hormati. Jadi salah satu suku tertua yang ada di Indonesia ini sangat ditakuti atau di segani oleh masyarakat karena mereka mempunyai kekuatan mistis dan bisa di bilang sakti, karismatik, jumawa.

Tak heran suku Dayak ini sangat di segani karena terdapat eksistensi sosok “Panglima Burung” yang sangat penting sekali bagi suku mereka. Tak lain dia adalah sosok seorang pahlawan siap sedia membantu rakyatnya di kala rakyatnya sedang mendapat suatu musibah atau serangan dari luar yang ingin menyakiti mereka. Sosok panglima Burung ini merupakan sosok yang sangat tinggi derajatnya bagaikan prajurit perang dan begitu dihormati dan dipuja oleh orang Dayak. Cerita yang di lansir sempat mengemparkan banyak kalangan, Konon katanya, masalah sebesar apapun dan serumit apapun bisa segera diselesaikan pada saat Panglima Burung muncul. Berikut cerita selengkapnya tentang Kesaktian Panglima Burung.

Bagaimana rupa dan sosok panglima burung yang sebenarnya ?
Banyak pertanyaan yang bermunculan dari orang luar dayak. Seperti apakah sosok dan wujud wujud asli dari Panglima Burung yang sebenarnya? Cerita dari orang tua atau bisa di sebut dengan leluhur nenek moyang orang dayak. Bahwa sosok seorang panglima burung ini berwujud manusia layaknya seperti manusia biasanya namun fisiknya tidak sama dengan manusia melainkan fisik yang lebih kuat dari manusia pada umumnya dan beliau ini konon sudah berumur sangat tua sekali. Tida banyak juga ada yang mengatakan sosok panglima burung ini adalah sosok makhluk astral yang bisa di pangil dengan cara menggunakan ritual khusus.

Sosok panglima Burung konon ceritanya tinggal di daerah pedalaman hutan Kalimantan selama ratusan tahun lamanya. Panglima burung ini melakukan pertapaan atau bisa di sebut juga dengan semedi disana dan hanya akan pergi jika dipanggil oleh anak cucunya yang sangat membutuhkan bantuan dari leluhurnya. Banyak yang berkata dan bercerita sosok panglima burung ini adalah jelamaan dari burung yang konon namanya burung Enggang yang artinya makhluk suci yang di puja atau di keramatkan oleh orang dayak.

Sosok panglima Burung adalah representasi orang Dayak

Banyak pula yang bercerita mengenai sosok panglima burung yang merepresentasikan orang Dayak karena dia sangat baik hati akan tetapi bisa berubah menjadi sangat kejam jika ada yang membuatnya marah. Tidak beda jauh dengan orang Dayak pedalaman pada umumnya. Sosok seorang panglima Burung baik hati, sabar, sopan, penolong, ramah, dan sangat sekali menghargai dan mencintai alam begitu juga dengan suku-suku di luar Kalimantan. Banyak fakta yang sesungguhnya rata-rata masyarakat Dayak ini dikenal sangat kalem, lemah lembut, ramah, sangat tidak suka yang berbau kekerasan namun mereka dapat berubah total 180 derajat jika ada yang mencoba membuat mereka mengamuk, apabila itu jika menyangkut harga diri keluarganya.

Jika ingin memanggil panglima burung sudah pasti harus melakukan ritual khusus, Dan panglima burung hanya akan muncul di saat rakyatnya merasa terancam. Upacara yang harus di lakukan dalam ritual tersebut adalah harus mengumpulkan benda-benda yang memiliki hubungan kuat atau filosofi tinggi bagi suku dayak seperti daun rumnia dan tali simpul juga harus di sediakan bulu ayam dan masih banyak sekali benda yang saat ini masih tidak di beritahukan kepada orang atau masih juga di rahasiakan.

Dan jika semua benda yang di perlukan sudah terkumpul dengan lengkap maka itu akan di taruh atau di tempatkan di sebuah mangkuk yang menyerupai wadah merah. Ritual pemanggilan panglima burung ini tidak bisa sembarangan dan ini harus di bicarakan bersama para tetua dayak terlebih dahulu. Pada saat ritual di mulai ini sudah tidak bisa di hentikan karena akan banyak membawa banyak jatuhnya korban pada saat pemanggilan panglima burung ini.

Peristiwa yang terjadi di sampit sempat menghebohkan semua warga indonesia. Perang suku yang terjadi pada tahun 2001 ini masih menyisakan kepedihan dimana banyak seklai berjatuhan korban. Konon katanya sosok panglima burung ini turut mengambil andil dalam peristiwa berdarah ini. Banyak dugaan yang meninggal kebanyakan dari orang madura adalah hasil dari perbuatan panglima burung dan ada juga yang berkata lain mungkin saja kesaktian atau kekuatan panglima burung ini diturunkan langsung kepada orang dayak yang merupakan anak cucunya atau keturunannya. Cerita ini sempat aneh dan tidak masuk di akal tetapi faktanya ini memang terjadi banyak kesaksian dari orang-orang tersebut berkata kepada kami. Dayak pedalaman bisa mencium aroma atau bisa mengenali suku madura dari kejauhan dan lebih hebatnya lagi mereka sudah pasti kebal dengan senjata tajam dan senjata api. Kejadian itu juga sempat membuat para petugas menjadi bingung menghadapi kedua suku yang sedang bertikai tersebut.

Beredar juga cerita mandau yang bisa terbang, Dimana itu adalah senjata khas suku dayak yang berada di pedalaman kalimatan. Senjata mandau ini bisa dengan sendirinya terbang dan bisa menewaskan para musuhnya. Peristiwa sampit ini sempat membuat kota kalimantan sangat mencekam. Ini merupakan tragedi yang sangat sulit di lupakan semoga saja peristiwa ini tidak terjadi kembali antara suku dan ras yang bisa membuat perpecahan antar suku.