Menu

MISTERI SOSOK JUBAH HITAM

July 2, 2019 - Misteri
MISTERI SOSOK JUBAH HITAM

Nama saya Caroline, pada hari itu saya berada di rumah kakek saya di daerah Tangerang, sore itu saya merasa ada sesuatu yang mengganggu saya, tiba-tiba ibu saya menelepon dan menyuruh saya membuat minuman, ketika saya membuat minuman itu. Perasaan aneh datang lagi dan ketika saya membuka pintu kulkas di depan pintu dapur, ada sesosok jubah hitam yang lewat secepat kilat, jantungku berdetak kencang.

Saya akhirnya membawa minuman untuk ibu saya berjalan cepat. Ketika saya ingin membuka pintu ruang keluarga ada suara yang dekat dengan saya saat itu, meskipun rasa takut mendekati saya, saya masih membuka pintu. Ternyata ibu saya menyuruh saya minum untuk tetangga baru saya, meskipun agak aneh tetangga itu membawa jubah yang mirip dengan penampilan yang saya lihat di pintu dapur.

Keesokan harinya, saya masih penasaran dengan lelaki berjubah hitam itu kemarin, sore itu saya bermain dengan teman saya di sawah. Ketika saya sampai di rumah saya bertemu dengan tetangga baru, dia menyuruh saya pergi ke tempat yang baru saja dia buat, pada saat itu saya tidak keberatan ikut dengannya, ketika saya melihat itu seperti rumah bawah tanah walaupun suasana di situ Tempatnya sangat bagus. Aku masih merasa aneh, sesekali aku mendengar suara lembut anak itu meminta bantuan dari salah satu kamar bawah tanah.

Karena saya takut akan meminta izin untuk pulang, tetapi tetangga melarang saya dengan alasan untuk menunggu sebentar, dengan rasa takut bahwa saya juga akan memiliki izin untuk pergi ke toilet, untungnya toilet itu berada di atas ruang bawah tanah.

Ketika saya keluar tetangga terus menonton, di dalam toilet kesempatan saya untuk menghubungi ibu saya, karena tidak ada jawaban saya mengiriminya SMS yang memberitahukan kondisi saya, merasa curiga bahwa tetangga itu merampok pintu toilet, kemudian saya keluar dari takut menghantui saya dan membuat saya ingin pulang, saya juga izin untuk pulang lagi ke tetangga tapi dia terus menangkap saya, ketakutan saya semakin buruk.

Merasa curiga tiba-tiba tetangga itu menyeretku ke lemari yang kosong, tetapi sebelum aku masuk, wajah tetangga itu aku semprotkan dengan semprotan serangga yang kubawa di kamar mandi. Saya berlari secepat mungkin dan bersembunyi di lemari pakaian, tetangga itu terus memanggil saya, tetapi beberapa saat kemudian ibu saya datang dengan polisi dan ternyata tetangga itu adalah seorang buron yang dituduh membunuh 19 anak kecil dan telah dipenjara juga.

Saya sangat beruntung selamat dari kecelakaan itu, dan berharap tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban.