Menu

MISTERI RUMAH DINAS AYAH

May 31, 2020 - Misteri, Mitos
MISTERI RUMAH DINAS AYAH

MISTERI RUMAH DINAS AYAH-Perkenalkan namaku adalah Muti.Aku anak terakhir dari 3 bersaudara hanya Kakak ku yang pertamalah laki-laki.Ayahku seorang T‎NI AD dan ibuku seorang ibu rumah tangga yang luar biasa hebatnya karena sabar sekali menghadapi kami.

Ketika aku masih berumur 6 tahun,ayah mengajukan pindah tugas dari Bogor ke daerah Jawa Tengah.Itu di karenakan karena permintaan dari kakek dan nenek yang ingin anak dan cucu nya tinggal dekat dengan mereka.

Namun kakak tertuaku tetap tinggal di Bogor bersama Paman karena sudah kelas 3 SMA,jadi tanggung kalau mencari sekolah baru.

Kepindahan pun berjalan lancar, meski dengan berat hati harus pindah dari kota besar ke kota yang lebih kecil, dari rumah dinas yang besar ke rumah dinas yang lebih kecil.Biasa kalu namanya ayah TNI jadi tinggal di rumah dinas.Rumah dinas yang kami tempati saat ini ialah terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi,ruang tamu,dapur dan dari samping ada gudang tempat kendaraan.

Di depan kami ada rumah dinas yang halamanya ditumbuhi pohon sukun yang lumayan besar rumah dinas itu ditempati oleh anak buah ayah.

Belakang rumah ada terdapat kolam ikan dan sumur tua, samping kanan rumah terdapat rumah dinas yang ditempati oleh Babinsa (Bintara Pembina Desa).Rumahnya sering kosong karena beliau sering pulang ke rumah orangtuanya di luar kota.

Disamping kiri terdapat halaman dan lapangan latihan TNI sepertinya bangunan tersebut bekas bangunan di jaman belanda.Terlihat temboknya yang sangat kokoh sisa-sisa penjajahan yang memisahkan halaman rumah dan lapangan.
Setiap sore ramai digunakan oleh club sepak bola untuk latihan serta jika ada event persami atau jambore sering digunakan untuk perkemahan tersebut.Yang jogging juga banyak di sekitaran lapangan tersebut.

Awal mula kejadian ini ketika aku berumur 15 tahun dimana Kakak pertamaku melanjut kuliah di luar kota dan kakak keduaku melanjutkan SMAnya di kota sama dengan kakak pertamaku.

Sedangkan ayah dan ibu sering pergi keluar untuk menghadiri acara dinas,hanya tinggalah aku sendiri yang menghabiskan waktu dirumah dengan macam-macam kegiatan yang kulakukan.

Teman-teman sekolah memang sering menanyakan tentang rumahku yang terlihat angker bersebelahan dengan lapangan peninggalan belanda itu, hanya saja semua itu aku jawab dengan senyuman.

Malam itu,aku dan ayah bersiap untuk sholat magrib berjamaah di kamar ibu dan ayah.Pas saat itu ibu sedanh halangan dan posisi sedang menonton di ruang tv.

Di kamar ayah ibu terdapat jendela yang tepat menghadao ke arah meja makan.Aku pun menunggu ayah menggunakan sarung dan pecinya.

Aku bermain-main dengan mukena yang aku gunakan dan saat melihat ke arah jendela itu lah aku melihat makhuk cantik berbaju putih berambut panjang bertatapan denganku sembari tersenyum manis.

Baca selanjutnya…