Menu

Misteri Rel Kereta Api Yang Menyeramkan

April 5, 2018 - Misteri
Misteri Rel Kereta Api Yang Menyeramkan

Sosok Hantu Wanita Berambut Panjang Duduk Di Rel Kereta Api

Kisah menyeramkan ini dialami oleh seorang pemuda bernama Tyas yang ingin berbagi kisahnya secara panjang lebar di medsos. Awalnya ia sendirian melewati rel kereta api di dekat desanya ketika hari mulai menjelang tengah malam. Pada saat itu Tyas hendak menyeberang rel kereta api tersebut, ada sesosok atau bayangan perempuan yang berambut panjang yang sedang berjongkok di pinggir rel tersebut. Tyas hanya berpikiran mungkin saja wanita tersebut sedang BAB di pinggir rel. Maklum di desa, BAB di pinggir rel adalah hal yang lazim dilakukan warga.

Karena penasaran atau rasa ingin tau saja, Tyas pun mencoba untuk menghampiri si perempuan yang berjongkok tadi. Setelah berjalan lebih kurang 5-100 meter, si perempuan mendongakkan wajahnya. Dan ternyata wajahnya rusak, penuh darah, hancur mengerikan, dengan mata yang seolah akan keluar. Perempuan ini pun tak punya kaki. Sontak pemuda ini terkejut dan tidak menyangka apa yang di lihat Tyas tersebut itu adalah hal yang benar-benar nyata, karena sudah panik Tyas pun lari tunggang langgang balik ke rumahnya. Ternyata, si perempuan tadi adalah korban kecelakaan kereta di rel tersebut. Tyas pun ikut membantu mengumpulkan kakinya yang berceceran. Serem banget nggak sih…

Salah satu teman Tyas, yang bernama Agus sedang janjian dengan pacarnya di malam Jumat. Kenapa malam Jumat, karena hari Jumatnya kebetulan sedang libur. Agus kemudian mendapat SMS dari pacarnya. Mereka biasanya pacaran di tempat sepi.

Ketika bertemu si cewek Agus pun tanpa basa basi langsung membonceng Ceweknya, Dan Ceweknya hanya menunjukkan arah dengan jari telunjuknya. Dia hanya diam dan tidak mengatakan sesuatu pada saat perjalanan mereka ke tempat yang sepi. sembari menunjukkan arah yang dituju, Ternyata tujuannya adalah kebon kosong dekat dengan rel kereta. Dasar otaknya mesum, Agus pun bodo amat yang penting tempatnya makin sepi makin asik. Tiba-tiba HPnya berbunyi berulang kali, seperti mendapat SMS terus menerus. Karena keasyikan dengan pacarnya, Agus pun tak peduli.

Selang sejam kemudian, ia pun kesal dengan banyaknya SMS dan telpon masuk. Setelah ia buka HPnya, betapa kagetnya bahwa itu SMS dan telpon dari pacarnya. Sontak ketika ia melihat wajah si cewek, tiba-tiba ia sudah berubah dengan wajah hancur penuh darah, mukanya keriput dan rusak, sambil ketakutan dan panik tanpa basa basi Agus langsung berlari dengan sekuat tenaganya menuju kendaraannya tersebut. Dengan muka pucat agus pun langsung meng engkol kendaraan nya tanpa melihat ke belakang lagi. Sesampainya Agus dirumah Agus pun langsung terjatuh pingsan dari keretanya.

Kecelakaan Tragis Kereta Api Bintaro Pada 1987

Kecelakaan kereta yang dikenal dengan Tragedi Bintaro 1987 jelas menyisakan duka mendalam. Total 150 penumpang tewas dan sekitar 300 penumpang mengalami luka-luka. Jika malam datang, konon banyak yang diganggu dengan suara rintihan kesakitan bahkan juga jeritan minta tolong. Menurut penuturan warga, ada saksi mata yang melihat kepala melayang tanpa tubuh, dan sebaliknya, tubuh tanpa kepala menggelinding di rel kereta. Serem banget sih ini…

Peristiwa bermula atas kesalahan kepala Stasiun Serpong memberangkatkan KA 225 ke Stasiun Sudimara, tanpa mengecek kepenuhan jalur KA di Stasiun Sudimara. Sehingga, ketika KA 225, jurusan Rangkasbitung-Jakarta Kota, tiba di Stasiun Sudimara pada pukul 06.45 WIB, stasiun Sudimara yang punya 3 jalur saat itu penuh dengan KA.

Jalur 1: KA 225
Jalur 2: KA Indocement hendak ke arah Jakarta juga
Jalur 3: Gerbong tanpa lokomotif
KA 225 sedianya bersilang dengan KA 220 Patas di Stasiun Kebayoran yang hendak ke Merak. Itu berarti KA 220 Patas di stasiun Kebayoran harus mengalah, namun PPKA Stasiun Kebayoran tidak mau mengalah dan tetap memberangkatkan KA 220. PPKA Stasiun Sudimara pun lantas memerintahkan juru langsir untuk melangsir KA 225 masuk jalur 3. Saat akan dilangsir, masinis tidak dapat melihat semboyan yang diberikan, karena penuhnya lokomotif pada saat itu. Kemudian, masinis bertanya kepada penumpang yang berada di lokomotif, “Berangkat?” Maka penumpang itu pun menjawab, “Berangkat!”

Masinis pun membunyikan semboyan 35 dan berjalan. Juru langsir yang kaget mengejar kereta itu dan naik di gerbong paling belakang. Para petugas stasiun kaget, beberapa ada yang mengejar kereta itu menggunakan sepeda motor. PPKA Sudimara, Djamhari, mencoba memberhentikan kereta dengan menggerak-gerakkan sinyal, namun tidak berhasil. Dia pun langsung mengejar kereta itu dengan mengibarkan bendera merah. Namun sia-sia, Djamhari pun kembali ke stasiun dengan sedih, dia membunyikan semboyan genta darurat kepada penjaga perlintasan Pondok Betung. Tetapi kereta tetap melaju. Setelah diketahui, ternyata penjaga perlintasan Pondok Betung tidak hafal semboyan genta.

KA 220 berjalan dengan kecepatan 25 km/jam karena baru melewati perlintasan, sedangkan KA 225 berjalan dengan kecepatan 30 km/jam. Dua kereta api yang sama-sama sarat penumpang, Senin pagi itu bertabrakan di tikungan S ±km 18,75. Kedua kereta hancur, terguling, dan ringsek. Kedua lokomotif dengan seri BB303 16 dan BB306 16 rusak berat. Jumlah korban jiwa 156 orang, dan ratusan penumpang lainnya luka-luka.