Menu

Misteri Mesir Kuno

April 6, 2018 - Misteri
Misteri Mesir Kuno

1. Hilangnya Nefertiti

Nefertiti merupakan permaisuri dari Firaun Mesir, Akhenaten (Amenhotep IV), yang berkuasa dari 1353 – 1336 SM. Dikenal sebagai Penguasa Sungai Nil dan Putri Para Dewa, Nefertiti memiliki kekuasaan penuh pada masanya, dan diyakini memiliki status yang sama dengan Firaun sendiri.

Pada pemerintahan Akhenaten, agama baru berpusat pada dewa matahari, dan sang firaun beserta Nefertiti digambarkan sebagai pasangan utama. Nefertiti terkenal akan kecantikannya. Lama terlupakan oleh sejarah, Nefertiti menjadi terkenal ketika sebuah patung dirinya ditemukan di sebuah toko seorang seniman di Amarna pada tahun 1912, sekarang merupakan Altes Museum di Berlin.

Nefertiti banyak digambarkan di lukisan dan patung dengan penekanan pada statusnya. Banyak gambar yang menunjukkan dirinya bersama suami dan putri-putrinya. Dia juga dikenal sebagai mertua sekaligus ibu tiri dari Firaun Tutankhamun. Nefertiti menikah dengan Amenhotep IV pada tahun 1357 SM, dan akhirnya diangkat sebagai permaisuri. Gambar-gambar ditemukan dengan Nefertiti bersama firaun mengendarai kereta kuda bersama, bercengkerama, dan Nefertiti duduk di kaki sang firaun.

Di tahun ke 12 pemerintahan Akhenaten, nama Nefertiti seolah menghilang dari catatan-catatan. Tidak lama setelah hilangnya catatan Nefertiti, Akhenaten mengambil seorang menjadi firaun secara bersama. Namun identitas firaun kedua tersebut masih diperdebatkan. Berbagai teori beredar seputar kejadian setelah hilangnya catatan sejarah tentang Nefertiti. Pro dan kontra terjadi akan peran para putrinya dan siapa saja yang menjadi permaisuri setelah masa sang Firaun dan ayah mereka, Akhenaten.

2. Batu Kaca Pasir Laut

Di antara perbatasan Mesir dan Libya terdapat Great Sand Sea, sebuah gurun pasir yang sangat besar. Gurun ini membentang sekitar 650 km dari utara ke selatan dan 300 km dari timur ke barat, seluas ukuran negara Irlandia.

Keberadaan batu-batu kaca ini pula yang menyebabkan kawasan gurun pasir ini dijuluki sebagai ‘Gurun Kaca Libya’. Inilah satu-satunya gurun yang mengandung bebatuan kaca silika murni yang pernah ditemukan di bumi. Lebih dari seribu ton batu kaca berserakan ratusan kilometer di sepanjang padang pasir, Adapula yang berpotongan cukup besar dan berat. Bagian terbesar yang pernah ditemukan mencapai sekitar 26 kg. Menurut para ilmuwan, ‘kaca alami’ seperti yang terdapat di Gurun Libya dapat terbentuk akibat sambaran petir, aktivitas gunung berapi atau meteorit yang jatuh ke bumi.

Penemuan ilmiah pertama dari Gurun Pasir Kaca Libya ini dibuat oleh seorang Inggris bernama Patrick A. Clayton pada tahun 1932, yang kemudian membawa sampel pertamanya kembali ke Eropa untuk bahan studi. Masyarakat Mesir kemudian menyebutnya sebagai permata. Bahkan potongan batu besar berukir yang digunakan pada dada Firaun Tutankhamun sebagai aksesoris ternyata tak lain diambil dari Gurun Pasir Kaca Libya.

3. Piramida yang Hilang

Tiga piramida raksasa di dataran tinggi Giza mungkin trio piramida yang paling terkenal di dunia. Namun menurut teks-teks kuno, sebenarnya terdapat piramida keempat di Giza yang misterius.

Menurut seorang petualang serta kapten angkatan laut Denmark, piramida hitam Giza ini keberadaannya disembunyikan. Selama tahun 1.700, Frederic Norden membuat catatan ekstensif, pengamatan, dan gambar dari segala sesuatu di sekitarnya. Frederic yang merupakan seorang penjelajah Denmark dan penulis buku Travels in Egypt and Nubia menuturkan dalam tulisannya tentang penemuan dan gambar-gambar rinci atas ekspedisinya ke Mesir. Ekspedisi yang ia lakukan itu dilakukan atas permintaan Raja Christian Vi dari Denmark pada 1737.

Demikian yang ditulis oleh Frederick dalam bukunya. Ia menggambarkan deskripsi tersebut pada halaman 120 buku Travels in Egypt and Nubia.

Melansir dari Ancientcode, walau demikian, banyak ahli yang tak sependapat dengan tulisan Frederic. Menurut mereka, piramida seperti itu tak pernah ada dan kemungkinan Frederic hanya kebingungan dengan beberapa monumen sekunder Giza yang dikira piramida keempat. kenyataannya ada beberapa penulis lain yang menunjukkan bahwa piramida ini hilang pada akhir abad ke-18. Namun, hal tersebut pun masih belum terbukti.

Jadi di mana piramida keempat tersebut? Mungkin ia masih tersembunyi di bawah tanah. Menunggu terungkap. Sebab Mesir Kuno kenyataanya selalu menyimpan misteri.