Menu

Misteri Kereta Hantu Manggarai

April 27, 2018 - Misteri
Misteri Kereta Hantu Manggarai

Misteri kereta berhantu ini diceritakan dalam beberapa versi, mulai dari kereta yang bisa berjalan sendiri tanpa ada masinisnya, kereta kosong tanpa penumpang dan ahli mesin, hingga kejadian paling mengejutkan baru-baru ini mengenai KRL misterius yang tidak sesuai jadwal. Kejadian ini muncul setelah beberapa orang mengaku melihat kereta ini, bahkan bisa dibilang banyak saksi mata yang menyaksikan laju KRL misterius ini.

Sutrisno, adalah salah satu saksi mata yang memastikan untuk melihat kereta. Dia tidak lain adalah petugas penjaga pintu kereta api di daerah Bukit Duri, Jakarta Selatan. Pada hari itu, Sutrisno ditugasi di malam hari. Dia dikejutkan oleh suara tiba-tiba menyeberangi sirene yang lewat, tanda kereta api yang datang. Ini dianggap sangat aneh, karena pada waktu itu jam masih menunjukkan pukul 04.00 pagi dan tidak ada kereta yang dijadwalkan lewat. Tak ketinggalan Sutrisno heran, tiba-tiba sejumlah kereta melaju di depannya dari arah Bogor. Semakin tercengang melihat langsung bahwa kereta yang menarik empat gerbong itu tampaknya tidak menjadi satu orang pun di dalamnya, entah itu penumpang atau masinis. Gerbong kereta itu terlihat dalam kondisi gelap, sedangkan lampu-lampu di garbing harus dinyalakan jika kereta lewat dalam gelap.

Zainal Abidin, selaku Kepala Divisi Humas PT KA Daop Jabotabek juga mengakui keheranan yang dibuatnya. Zainal mencatat bahwa jadwal operasional teknis kereta seharusnya hanya berangkat jam 5:00 pagi, dan anehnya lagi LA meluncur tanpa pasokan listrik sama sekali.

Kisah serupa juga telah diceritakan oleh seorang warga bernama Slamet. Saat itu, Slamet didekati oleh seorang pemuda yang mengaku sebagai mahasiswa baru dan baru turun dari kereta pukul 11.30 malam. Pemuda itu tampaknya bingung mencari transportasi becak, sepeda motor, atau transportasi umum, karena hari sudah terlambat. Pada awalnya Slamet terkejut ketika mengetahui bahwa tidak ada kereta yang berhenti di Stasiun Depok ketika bocah itu sedang turun. Slamet yang sudah menghafal jadwal KRL mengatakan bahwa jadwal terakhir KRL dari Jakarta di Depok adalah pukul 22.00 WIB, setelah itu tidak ada lagi KRL yang lewat sesudahnya. Setelah mendengar penjelasan dari Slamet, pria muda itu semakin yakin bahwa kereta yang ia lalui bukanlah kereta biasa. Murid ini memberi tahu Slamet tentang beberapa keanehan di kereta yang baru diambilnya. Di antara keadaan kereta mobil sangat sepi, dan semua penumpang di kereta tampak menggunakan kemeja putih.

Selama berada di kereta api, Anak muda ini meminjam koran ke penumpang lain di kereta dan lupa mengembalikannya karena terburu-buru di Stasiun Depok Baru. Surat kabar ini masih dibawa oleh pemuda itu. Untuk meyakinkan dirinya dan pemuda di depannya, Slamet kemudian mendekati Arief Rachman Hakim, menjaga penyeberangan kereta di jalan. Dia kemudian menceritakan apa yang dialami pria muda itu kepada Arief. Ketika Slamet menunjukkan surat kabar yang dibawa bocah itu, betapa terkejutnya mereka ketika koran itu diterbitkan pada tahun 1953. Pria muda yang pada awalnya yakin dan bersikeras bahwa dia naik kereta akhirnya tertatih-tatih untuk menyadari bahwa kereta yang dia lalui sebenarnya adalah Hantu Melatih.