Menu

Misteri Dendam Wita

April 27, 2018 - Misteri
Misteri Dendam Wita

Wita selalu bangun jam 12 malam dan mendapat mimpi yang sama. Wita menangis pada saat yang sama ketika suara serigala meraung. Semuanya Wita berpikiran jernih. Ketukan pintu membuatnya menyeka air matanya.

“Wita kamu belum tidur,” kata seorang gadis yang berada di ambang pintu kamar.
“Sampai-sampai k-ka-kak,” kata Wita.
“Kamu kenapa Wita,” kata pria yang dia panggil abang.
“Aku baik-baik saja, sekarang aku ingin tidur,” kata Wita yang mengubur dirinya dalam kehangatan selimutnya.

Kakaknya yang bernama Gracia mulai menggelengkan kepalanya. Siapa yang tidak akan terkejut melihat adiknya menangis setiap malam bangun setiap 12 jam. Tepat setelah kakaknya menutup pintu … Wita melihat pijatan di facebooknya.

‘Mengapa? Setiap hari Anda tidak bisa tidur … Itu akibatnya jika kami menolak pesanan kami -Rossa ‘

Air mata dia tidak lagi tertahan ketika dia ingat Rossa mengirimkan pijatannya tentang rencana membunuh seorang teman yang sangat dia cintai. Wita selalu bangun jam 12 malam karena mimpi selalu sama. Dia selalu menangis memikirkan temannya yang tidak ada di sisinya lagi.

Di pagi hari dia tidak bernoda ke ruang makan untuk makan bersama saudara perempuannya. Kedua orang tua Wita telah meninggal sejak ia berusia 3 tahun. Matanya sangat bengkak, sangat pucat, pupil yang kita lihat kosong. Saudara perempuannya ingin berbicara dengannya tetapi dia pergi dengan tempat tidurnya.

Wita mengayuh dengan cepat tanpa menyadarinya ada truk yang berjalan sangat cepat. Wita tidak bisa lepas dari kecelakaan itu, akibatnya dia mati dengan dendam yang masih di dalam hatinya. Wita tergeletak di jalan dengan sepedanya.

Tapi …

Di kelas, ada seorang anak pendek berambut hitam. Duduk di bangku dengan bunga mawar dan surat. Anak itu dikenal sebagai julukan ‘Gadis Setan’ atau Rossa, sambil bernyanyi dia menghancurkan tangkainya setelah mawar mawar ada di sana

Teman akrab Wita, Miranda, merasa terganggu oleh perilaku Rossa yang memalukan.

“Hentikan Rossa,” kata Miranda.
“Tidak pernah,” kata Rossa.

Pertarungan antara Rossa dan Miranda dimulai. Sudah tiga hari sejak kecelakaan itu, perilaku Rosa tetap sama. Kematian Wita tiba-tiba menjadi cerita horor yang melanda di sekolah.

Wita ah artinya Arwah Wita yang berkeliaran di setiap kelas mengakibatkan para siswa trauma sehingga para siswa yang tewas terbaring melihat semangat Wita. Wita melanjutkan ke kelasnya dia melihat Miranda dan Rossa berkelahi. Di mana para guru dan penjaga keamanan saat dibutuhkan? Mereka mati oleh semangat Wita.

“Hentikaaaaan Rossa,” kata roh Wita.
“Wita! Ah tidak mungkin,” kata Miranda.
“Kamu sekarang hantu,” kata Rossa sedikit takut.

Semua teman lain telah keluar dari kelas. Wita yang wajahnya lebih putih dari sebelumnya dengan pisau kemudian melemparkannya ke jantung Rossa. Rossa tidak tahan dengan penderitaan yang seketika hilang kesadaran. Miranda menatap temannya. Dia tidak seperti biasanya. Dia tahu Wita telah menjadi roh, dengan dendam Wita masih di dalam hatinya, tetapi dia tidak seharusnya membunuh.

“Kamu juga,” kata Wita, mengambil pisau yang dia lempar tadi.
“Wita Tunggu jangan !!” tetapi sudah terlambat, arwah wita menancapkan pisau di bagian kanan hatinya.

Sekarang wita roh? Tunggu mengapa jiwanya menangis?

“Wita, adikmu Wina telah memenuhi permintaan saudara laki-lakinya yang tercinta …” katanya
“Jadi biarkan aku menangkapmu, saudaramu,” katanya lagi dan kemudian menikam dirinya sendiri.