Menu

Mati Suri

May 21, 2018 - Misteri
Mati Suri

“Astaghfirullah, hantu!?” raungan orang-orang di ruangan itu. Menjerit saat dia berlari keluar ruangan dari rumah. Kisah nyata ini bisa dwi dari saudara bernama “Dharma shun”. Dia berasal dari Lampung juga. Dan kisah ini adalah kisah nyata di desa yang pernah terburu-buru ke seluruh telinga masyarakat. Dan sepertinya dwi juga tidak pernah terdengar, tetapi nama tempat dan desa dwi lupa.

Awal cerita adalah ada warga atau tetangga kak dharma, sebut saja pak de (nama samaran). Berpengalaman sakit-sakitan, dan kabarnya dia telah meninggal. Tentu saja penduduk lokal bertakziah seperti pelancong biasa. Mandi mayat, mengkafani, menshalatkan dan sebagainya seperti merawat tubuh secara umum, alias tidak ada yang aneh. Hingga acara tahlil berlangsung hingga 7 hari pun tidak ada yang aneh.

Tepat pada hari ke 40 kematian Tuan de, kejadian aneh dan horor tiba-tiba datang. Bodi atau tubuh Pak de pulang ke rumah pada acara malam tepat tahlil ke-40. Tiba-tiba warga yang mengikuti tahlil takut “astaghfirullah, hantu!?” mereka menyebar keluar rumah pemiliknya. Setelah melihat mayat di dada di depan pintu, dan hanya menggunakan kain kafan sebagai penutup bagian khusus.

Tentu saja membuat pak de bengong apalagi masih ada beberapa orang yang tersisa. Setelah diminta dan usut punya usut, itu bukan kematian tuan de kematian. Dia memberi tahu saya tentang pengalamannya yang diambil oleh orang asing. Kemudian dia ditinggalkan di padang pasir yang luas sendirian. Dia berjalan keluar jalur, kemudian bertemu seseorang dan mengatakan kepadanya untuk pulang ke rumah.

Setelah berjalan beberapa langkah, dia menuju tempat yang sangat gelap. Lalu tiba-tiba, dia sudah ada di depan pintunya. Dan terkejut melihat orang-orang berlarian ketakutan. Setelah mendengar pengakuan dari Tuan de, maka semua tidak merasa takut. Tapi anehnya, ketika ditanya bagaimana caranya keluar dari tanah, dia hanya menjawab bahwa tidak merasa keluar dari tanah. Namun tanah di tempat pemakaman Burak dimakamkan.

Itu tidak mungkin dan tidak bisa dibantah oleh akal budi. Tapi sejak kejadian ini, Tuan de berubah 180 derajat. Ia lebih religius dan keluarganya juga diperintahkan untuk rajin beribadah. Suatu hari, Tuan de diuji oleh warga untuk meninggalkan sholat satu kali untuk 1 juta rupiah. Tetapi Tuan de masih menolak dan berkata, “Di sana uang dan harta tidak ada gunanya, orang-orang yang meninggalkan doa itu sangat pedih” kata Tuan de.

Sumber kak dharma sedang mengernyit, ketika dia mendengar cerita dari pak de. Ketika diberitahu tentang pengalaman di tempat asing itu yang melihat 7 tempat neraka dan yang lainnya, sampai Tuan de pulang. Tapi Pak de hanya tinggal selama 7 tahun setelah kejadian, lalu dia meninggal dengan tenang meninggalkan kehidupannya yang berguna.

Saya sebagai penulis juga percaya bahwa ada hari pembalasan di akhirat. Dan hanya orang-orang tertentu yang dipilih untuk melihatnya. Ya semoga, jika waktunya nanti kita diambil di khusnul khatimah, amin.