Menu

Makhluk Kiriman

May 13, 2018 - Misteri
Makhluk Kiriman

Kali ini saya ingin cerita pengalaman yang dialami oleh Budhe (saudara laki-lakinya dari ibu saya). Budheku bekerja sebagai pedagang makanan dan peralatan listrik, bisnisnya dibangun dengan pakde saya, toko budhe saya diminati di desanya. Singkat cerita saya lupa ketika itu terjadi maaf ya, tapi seperti yang saya ingat ini terjadi ketika saya di kelas tiga sekolah menengah. * Hehe, katanya lupa mei.

Pada saat itu, fisik saya lemah sehingga sangat sakit-sakitan, tetapi dia masih bekerja keras. Nah di hari itu dia selalu mengeluh lelah, emosinya tidak bisa dikendalikan, pusing, mual dan badan terasa pegal, keluhan itu terjadi berhari-hari sampai akhirnya budheku tidak bisa kuat lagi untuk menahan rasa sakit, tiba-tiba perilaku budiku berubah drastis dari biasanya, misalnya dia selalu mandi pada jam 1 pagi, jadi dia bilang ya ya dia bilang itu sehat * wkwk tapi bukan itu masalahnya guys.

Masalahnya adalah bahwa budheku tidak pernah mandi sepagi itu, saya terus menatap budhe kosong tatapan saya sehingga nacutin sumpah sebenarnya tapikan ada posisi saya dan keluarga belum sadar. Hal yang tidak biasa terjadi lagi bahwa budheku diminta membuka warung pada jam 2 malam, siapa pun gila yang ingin membeli jam itu, teman satu spesies yang ada di tubuh budhe saya si ya.

Kemudian setiap malam saudari sepupu saya selalu mendengar seperti banyak burung terbang di kamar budhe saya, budheku juga setiap ingin tidur selalu mengatakan tubuhnya gatal-gatal sungguh dan kasurnya selalu ada goyang. Hal yang paling ekstrim terjadi juga dimana jiwa teman saya benar-benar dikontrol oleh makhluk dan budhe saya pada jam 3 pagi keluar sendirian dengan sepeda tanpa ada yang tahu, alhamdulillah Tuhan masih memberi perlindungan pada budhe saya, budheku dapat kembali pulang dengan selamat. .

Akhirnya karena pakde sudah merasa tidak ada yang benar dia budheku ke ustadz di desanya. Dan dari diagnosa diagnosa ustadz * ceilee pakainya, budhe saya ngerasukin rindu kunti selama 3 hari berturut-turut maka perilakunya begitu aneh dan akhirnya dalam wawancara rindu kunti itu.

U: ustadz
B: budhe (tapi ini jawabannya ya kunti kunti loh ya)

U: Kamu siapa?
B: * hihihi.
U: mengapa kamu mengganggu ibu ini?
B: jadi apa? * Hihihi.
U: Kamu tidak bisa mengganggu ibu ini, kamu sudah punya sifatnya sendiri. Atau apakah Anda ingin saya melafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an?

B: (mudak kuntinya menangis sambil menggelengkan kepala).
U: lalu keluar dari tubuh ibu ini!
B: Saya tidak mau.
U: kenapa tidak ?!
B: Saya akan dikirim kembali lagi hal yang sama yang mengirim saya.

U: siapa yang memberitahumu?
B: tidak mau mengatakan alias hanya diam.
U: jika kamu pergi keluar maka aku membantumu jika kamu tidak ingin keluar sendirian.
B: goyang saat melakukannya.

Dan pada saat yang sama Pak Ustadz segera membaca ayat-ayat kursi dan ayat-ayat suci Al-Qur’an lainnya. (Maafkan saya, teman-teman, saya juga lupa seluruh percakapan karena saya tidak datang nanti, jadi mohon maaf jika ada kata yang salah, tapi itu orang sungguhan). Akhirnya keluar itu kunti dan pak ustadz masih menendang keluar kunti mbak yang hanya pak ustadznya yang tahu.