Menu

LIBURAN YANG MENYERAMKAN

May 22, 2020 - Misteri, Mitos
LIBURAN YANG MENYERAMKAN

LIBURAN YANG MENYERAMKAN Hari libur pun telah tiba,waktunya untuk pergi berlibur ke kampung halaman Ani.Sebelum hari libur tiba,aku dan teman-temanku sudah berencana untuk pergi berlibur selama 1 minggu lamanya di kampung halaman Ani.

Aku juga sudah meminta ijin kepada Mama untuk pergi berlibur ke kampung halaman Ani.Sebelum aku menceritakan bagaimana pengalam ku aku ingin memperkenalkan diri.Namaku adalah Salsa,aku memiliki 3 orang teman.Nama mereka adalah Ani dan Uci.

Dari kami bertiga hanya Ani yang berasal dari desa,aku dan Uci lahih dan besar-besar di Di Bandung.Rumah Uci tidak terlalu jauh dari dari rumahku.Ani tinggal bersama Bibi dan paman nya,rumah Paman Ani juga tidak terlalu jauh dari rumah Uci hanya beda komplek saja.
Kami sangat kompak sekali setiap kali pulang dari Kampus kami sering ngumpul di rumah ku,terkadang juga di rumah Paman Ani.Karena bibi Ani dan mama kami satu arisan jadi kami sering ngumpul bereng di rumah.

Sebelum kami merencanakan itu kami sudah berunding dan meminta ijin pada Ibu Ani,namun Ani tidak ingin kami ikut dengannya karena ia takut kami sakit.Kata Ani kampungnya sangat jauh dan pelosok.Sebelumnya Ani juga pernah bercerita kalau di didesanya itu agak seram karena di kampung Ani tidak jauh dari hutan.Ada alasan Ani pergi ke kota karena Jauh tidak ada sekolah jauh dari kampung nya.Jika dulu ia ingin ke sekolah harus melewi hutan dan juga sungai.
Jadi setelah lulus SMA ia pun langsung di bawa Bibinya untuk melanjut ke perguruan tinggi.

Setelah kami memksa Ani untuk ikut dengannya ia pun akhirnya setuju untuk mambawa kami ke kampungnya.Keesokan harinya kami pun berkumpul untuk pergi ke kampung Ani.Kami sangat meningmati perjalan itu.Namun aku seperti merasa aneh ketika kami melewati suatu desa sebelum sampai ke rumah Ani.Ada 1 desa yang penghuninya hanya beberapa saja.Ani berkata kepada kami untuk tidak pergi sendirian jika ingin berjalan mengelilingi kampung.Setelah kami sampai di rumah Ani kami langsung berkemas dan begegas untuk mandi.Ani mengajak kami unruk mandi ke pancuran karena pas kami sampai air di rumah sedang mati.

Tidak terlalu jauh pancuran itu dari rumah Ani namun jalannya agak sesah untuk kebawah.Sebelum kami sampai di bawah aku seperti melihat ada seaorang perempuan yang sedang duduk di balik pepohonan besar.”Ani… itu siapa dibalik pohon itu ni?”Aku pun bertanya dengan penasaran.”Perempuan..?yang mana.? orang gak ada siapa-siapa kok.””salsa kamu gak sakitkan.” Uci pun bertanya kembali.
“Setelah aku melihat kembali ke pohon itu tidak ada seorang pun yang aku lihat.”Astaga kayaknya kamu sedikit sakit deh sa.”
“Udah aku gak kenapa-kenapa kok masih sehat aja ci.” Hayuk kita mandi sekarang.

Setelah kami selesai dan kembali kerumah aku tetap kepikiran soal apa yang aku lihat.Kami pun kembali beristirahat karena hari sudah sore,kami mulai membantu Ani untuk masak.Aku mengambil air di kamar mandi Ani untuk membersihkan sayur.Jadi karena didalam airnya tidak menyalah jadi terpaksa ke kamar mandi luar.Jadi pas aku mau mengambil air aku seperti melihat perempuan yang sedang berdiri menatap ku dari kejauhan.Namun aku diam saja dan tidak melihat kembali perempuan itu dan aku langsung bergegas mengambil air.Setelah aku ambila air itu aku mencoba melihat kembali,namun aku tidak melihatnya lagi.Aku pun mempercepat langkah ku untuk kembali kerumah,aku tidak menceritakan pada Ani dna Uci tentang apa yang aku lihat tadi diluar.
Aku takut Uci jadi takut dan membuat Ani jadi semakin tidak enak karena sudah membawa kami kesini.Setelah kami selesai masak kami pun bergegas untuk makan bersama bersama keluarga Ani.Kami pun sudah menyelesaikan makan kami dan aku pun segera keluar untuk mencari angin.Sinyal juga susah di kampung Ani,harus keluar rumah baru ada sinyal itu pun tidak lancar.

Aku mecoba untuk menghubungi Mama agar tidak khawatir kepada kami.Namun ketika aku menunggu sinyal,aku seperti melihat ada yang berlari ke remputan.”heyy…!siapa di sana..?”
Aku mencoba mendekati Semak-semak itu…semakin dekat aku kesemak,Salsa….salsa aku pun menoleh ke arah belakang ku.Namun tidak ada seorang pun yang aku lihat.Aku semakin merinding saat itu.Aku pun berlari kerumah Ani untuk menemui mereka.

Ketakutanku semakin parah saat itu,aku tidak tau harus bilang apa kepada mereka.Ani bertanya pun bertanya kepadaku.”kamu kenapa sa?”A..aaa ,kenapa? Akuu seperti dipanggil tadi pas aku diluar.Suhu tubuh ku kala itu semakin dingin karena ketakutan.Ani pun semakin takut karena aku sudah demam saat itu.Ani mulai menenangkan ku dan langsung meyuruhku untuk istirahat ia juga langsung mengompresku.Aku pun mulai tidur dan keesokan harinya aku tidak sadar apa yang terjadi padaku.Aku mulai bingung ketika aku melihat ada kompres dikepalaku.”Kamu udah bangun sa..?”
“Aku kenapa ya ci ..? kok aku di kompres gini sih?”.Kamu itu demam semalem sa,mungkin kamu kecapean kali,semalem kamu lari-lari dari luar tau.

Astaga aku semakin bingung entah mengapa aku tidak ingat kejadian semalam.Aku pun mulai keluar kamar untuk bertemu dengan Ani,entah kemana Ani saat itu.Aku mencari Ani di depan Ani tidak ada.Sa,Ani tadi kepasar untuk membeli sayur.Kamu balik tidur aja gih.
“Ok kalau begitu ci.”Aku pergi kedapur untuk mengambil air minum.Brakk….!Astagaaa..aku sangat terkejut kala itu,jendela dapur terbuka tiba-tiba saja.Aku melihat ke arah luar jendela…Perempuan yang aku lihat kemarin kembali muncul di hadapanku.Aku semakin ketakutan,aku mencoba kembali kedepan namun kaki ku terasa berat dan tidak bisa di angkat.Aku mulai berteriak,namun suara ku tidak keluar.Aku semakin takut saat itu,perempuan itu terus menatapku ia seperti semakin dekat kepadaku.toooo..toooo..long…..

Baca Selanjutnya….