Menu

KURSI GOYANG

June 22, 2020 - Misteri
KURSI GOYANG

KURSI GOYANG-Apa yang akan terlintas dipikiran anda mengenai kursi goyang? Apakah anda pernah memperhatikan kursi goyang ?Dan apakah kursi itu bergerak dengan sendirinya?Pengalamanku tentang kursi goyang ini masih sangat mesteri bagiku,tidak mengerti apakah yang aku lihat itu benar-benar terjadi.

Sebelum aku menceritakan mengenai kursi goyang ini,perkenalkan namaku adalah Priska.Jadi pengalamanku ini terjadi ketika aku sedang pindah tugas kerja di salah satu desa.Disana aku tinggal di salah satu rumah warga,karena tidak ada penginapan di desa tersebut.

Jadi aku harus menginap selama 3 bulan di rumah Buk NanikRumah Bu Nani cukup luar diatara rumah-rumah warga lainya,Bu Nanik tinggal sendiri karena anak nya baru saja pergi kuliah ke kota.Suami Bu nanik sedang ada urusan ke luar kota,jadi tinggalan aku berdua bersama Bu Nanik di rumah yang lumayan luar itu.

Jadi di sudut ruang tamu tedapat kursi goyang yang memiliki ukiran yang cukup unik.Dan Bu Nanik juga bercerita kalau kursi goyang itu milik neneknya Sayla,yang baru meninggal 6 bulan yang lalu.Neneknya Sayla sering sekali duduk di kursi itu,apalagi jika ia tidak bisa tidur nenek pasti akan di duduk di kursi itu sampai ketiduran.

Beberapa hari aku tinggal di rumah Bu Nanik,semuanya baik-baik saja.Namun tibalah harinya dimana hal aneh mulai terasa,entah mengapa malam itu aku tidak bisa memejamkan mataku sudah ku coba untuk memasang musik dan nonton Youtobe di hanphone ku namun sama saja aku belum bisa tertidur.Kira-kira jam 1 malam aku seperti mendengar pintu kamar yang terbuka,aku berpikir mungkin itu adalah Bu Nani yang ingin pergi ke toilet.Beberapa menit kemudian krekā€¦krek..kreek suara itu jelas terdengar seperti suara kursi goyang itu.Aku perpikiran mungkin saja Bu Nani sedang berpikiran dengan Neneknya Sayla,jadi ia duduk di kursi tersebut.Tidak lama suara itu terdengar aku pun langsung saja tertidur.

Keesokan hari nya aku pun bertanya kepada Bu Nanik.”Bu semalam ada keluar jam 1 malam ya?”tanyaku.”Tidak ada Pris,ibu dari semalaman tidak ada keluar setelah kita masuk ke dalam kamar,memangnya kenapa nak?”pinta Bu Nanik.”Em tidak buk karena semalam aku seperti mendengar ada yang membuka pintu,mungkin saya salah dengar bu karena semalam saya masih bermain Hanphone”.Aku pun tidak mengatakan pada Bu Nani karena takut tersinggu dengan yang aku dengar semalam.”Ow seperti itu,kalau begitu mari kita sarapan dahulu.”

Aku masih bertanya-tanya tentang suara yang aku dengar semalam itu.Malam pun tiba aku masih mendengar suara yang sama saat itu.Karena aku sangat penasaaran jadi aku mencoba untuk membuka sedikit pintu kamarku.Jadi pintu kamar ku jika di buka langsung bisa mengadap ruang tamu.Karena penasaran aku pun mecoba membuka sedikit pintu kamar ku agar bisa melihat apakah yang kudengar kemarin.
Berlahan aku memperhatikan ruang tamu dan kursi goyang itu,beberapa menit aku memperhatikan tiba-tiba saja kursi goyang itu bergerak sendririnya.Aku mencoba mengucek mataku dan melihat ke arah kursi itu lagi,bulu kudukku pun merinding seketika karena kursi itu masih bergerak dan tiba-tiba berhenti.Aku langsung saja menutup pintu dan kembali ketempat tidur aku langsung memejamkan mataku karena aku tidak ingin mengingat apa yang aku lihat tadi.

Dan setiap aku pulang aku selalu melihat ke kursi goyang itu entah mengapa pandangan ku selalu menghadap kursi itu.Tidak terasa 1 bulan sudah aku berada di rumah Bu Nanik,kejadian yang sama terjadi lagi kepadaku.Dimana saat ketika aku sendiri di rumah aku sedang bermain hanphone di ruang tamu,tiba-tiba saja kursi itu goyang kembali.Aku lumayan takut saat itu aku mencoba untuk tidak memperhatikan kursi itu,aku tetap berfokus pada Hanphone ku saja dan mencoba menghubungi salah satu teman ku agar menghilangkan rasa takutku.
Sampai pada keesokan harinya aku bertanya kepada Bu Nanik,”Bu maaf sebelumnya aku pengen bertanya,Nenek Sayla di makamkan dimana ya? dan kapan terakhir Ibu ke Pemakaman?”
“Oh itu nenek dimakamkan tidak jauh dari sini di pemakaman Umum,dan sudah lumayan lama juga Ibu tidak berziarah kesana.Makasih ya nak sudah mengingatkan Ibu dengan bertanya seperti itu.

Heheh tidak apa Bu aku hanya bertanya saja ingin tau saja,jika ibu ingin kesana apakah aku boleh ikut Bu ?”Oh tentu saja boleh.”

Setelah kami berziarah ke pemakaman nenek kejadian itu pun tidak pernah terjadi lagi sampai aku Kembali ke Kantor pusat.

Baca selanjutnya….