Menu

Kisah Misteri Ojek Online

April 29, 2018 - Misteri
Kisah Misteri Ojek Online

Cerita atau kisah nyata mengenai makhluk astral ini tidak ada habisnya, Hantu merupakan mahluk yang paling populer diceritakan. Orangtua, remaja dan anak-anak begitu gemar mendengar cerita hantu. Entah di negara berkembang maupun negara maju, hantu masih dipercayai dengan berbagai macam bentuk.

Meski menakutkan, namun cerita mengenai hantu selalu menarik rasa penasaran kita. Entah bertalian atau tidak, namun seiring perkembangan zaman, berkembang pula cerita hantu yang terlibat aktif dalam kegiatan teknologi tingkat tinggi.

Salah satunya adalah cerita hantu memesan makanan melalui ojek online berbasis teknologi aplikasi smartphone. Entah para hantu itu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dunia manusia atau lainnya, yang pasti cerita itu benar dan nyata adanya.

Seperti yang dialami oleh Gus Pur, driver ojek online ternama di Indonesia. Gus Pur beroperasi di Bali. Saban hari ia berkeliling Pulau Dewata menjajakan jasa ojek online.

Sudah ribuan orang dia antar dari satu lokasi ke tempat lainnya. Ia juga rajin menerima order makanan yang dipesan pelanggan melalui aplikasi online. Malam Jumat, seperti biasa Gus Pur mangkal di sekitaran Denpasar.

Saat tengah asyik bercengkerama dengan rekannya sesama driver ojek online, tiba-tiba saja aplikasi di handphonenya menandakan adanya pesanan makanan. Secepat kilat ia sambar handphone miliknya. Sekali sentuh saja, order mie di sekitar bunderan Teuku Umar ia terima.

Selama satu jam dia mengantre untuk memesan mie super pedas yang terkenal. Entah secara kebetulan atau tidak, nama restoran yang dipesan pelanggan menggunakan nama kuburan besar di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Setelah pesanan siap, dia kemudian memacu motornya ke alamat pelanggan yang terletak di lantai tiga dari sebuah pusat perbelanjaan nomor 217 di samping Terminal Tegal, Imam Bonjol, Denpasar.

Gus Pur sama sekali tidak mencurigakan. Dia terus memperhatikan folder di aplikasi ponselnya. Dia terkejut ketika aplikasi mengarah ke pemakaman Tegal yang terletak di sebelah terminal.

“Perintah diminta untuk dikawal ke lantai toko 217 di lantai 3 Terminal Tegal, tetapi arah peta saya masuk ke kuburan, saya mencoba cara lain, tetapi arahnya juga masih mengarah ke kuburan,” kata Gus. Pur to

Meski begitu, Gus Pur masih menepis kecurigaannya. Dia bertanya kepada orang-orang di sekitar alamat toko. “Warga sekitar mengatakan tidak ada toko tiga lantai nomor 217. Saya juga minta bemo yang sama (angkutan umum) dan taksi di sana, tidak ada kata,” katanya.

Dia belum menyerah. Sekali lagi dia mencari alamatnya. Hampir satu jam atau lebih dia pergi ke terminal dan pemakaman Tegal. Jalan dari utara, selatan, barat dan timur telah dicoba, masih peta mengarah ke kuburan.

Seketika bulu-bulu di lehernya berdiri. Dia segera menginjak gas yang tersisa di lokasi. Terutama setelah memesan, nomor telepon pelanggan menghilang begitu saja.
“Pertama kali telepon saya aktif, tetapi tidak diambil, kedua kalinya operator mengatakan nomor itu tidak terdaftar, saya akhirnya pulang, saya baru menyadari bahwa ada kuburan, peta saya selalu mengarah ke kuburan, “Jelasnya.

Memang, di sebelah Terminal Tegal ada komplek pemakaman. Jika malam, di sekitar lokasi cukup sepi. Lampu merkuri begitu redup yang menerangi jalan yang menghubungkan Imam Bonjol ke Monang-Maning.

Karena penasaran, keesokan paginya Gus Pur kembali ke lokasi. Dia menggunakan folder yang sama dengan reservasi malam itu. Benar saja, tidak ada alamat seperti itu.
“Peta saya hanya berhenti di persimpangan antara terminal dan pemakaman di mana tidak ada ruko, tetapi malam itu peta saya masuk ke liang kubur. Alamat ini tidak ada, tetapi mengapa Jumat malam bisa terdeteksi oleh GPS,” katanya.

Tiba-tiba, kisah Gus Pur yang menerima pesanan gaib menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut. Meskipun menyeramkan, orang-orang bertanya-tanya bagaimana hantu dapat memesan makanan melalui aplikasi smartphone menggunakan teknologi tinggi.