Menu

Kisah Misteri Mendaki Gunung Kencana

May 3, 2018 - Misteri
Kisah Misteri Mendaki Gunung Kencana

Halo teman-teman bertemu lagi dengan saya, Ahmad Raihan surga kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya yang sebenarnya selama saya mendaki gunung ya, mari kita mulai. Pertama-tama saya akan memberi tahu Anda terlebih dahulu tentang gunung kencana.

Gunung Kencana adalah gunung yang terletak di sebelah barat kawasan wisata puncak Bogor tepatnya berseberangan dengan tempat wisata puncak Rindu Alam, konon gunung baru kencana di buka pada tahun 2016, Gunung Kencana memiliki tempat yang bagus, dari bagian atas gunung ini sangat jernih pangrango besar dan gunung menggonggong, tetapi di balik keindahan juga ada sisi mistis yang saya alami ketika mendaki gunung kencana.

Pertama-tama saya ingin mendaki gunung dengan salah satu teman saya, karena gunung kencana termasuk gunung yang relatif pendek sekitar 1800 mdpl, saya tahu gunung kencana dari rekan saya kemarin mendaki gunung, ketika saya mengajak teman saya, saya mulai perjalanan dengan menggunakan motor dari arah pasar minggu jakarta selatan, setelah kira-kira saya berangkat jam sepuluh, saya melewati jalur atas melalui depok dan mencapai jalur paling atas.

Setelah saya mencapai jalur paling atas sekitar jam 1 pagi, akhirnya saya berhenti di sebuah warung untuk mengisi perut saya sekaligus membeli persediaan untuk mendaki, karena saya berencana ingin menginap di puncak kencana untuk bermalam, setelah itu saya melanjutkan perjalanan ke temukan base camp gunung kencana, setelah saya berputar dan akhirnya penuh saya membeli tiket 10.000 untuk dua orang simax, setelah itu menunjukkan jam di 01.30 setelah itu saya terus pergi ke tempat parkir motor dan saya akan pergi melalui bebatuan dan jalan menanjak.

Setelah saya bertanya kepada penjaga base camp, dia mengatakan kepada saya bahwa jalan berbatu dan menanjak yang akan saya lewati sekitar 9,5 kilo meter untuk sampai ke tempat parkir sepeda motor dan bisa terus mendaki, setelah saya berjalan, saya ketakutan karena gelap kondisi jalan dan di sebelah kiri dan kanan banyak tanaman teh yang subur, setelah sekitar 2,5 kilo meter saya mulai meresa takut karena kondisi jalan sangat sepi dan hanya motor saya yang di lintasan.

Setelah itu saya mendengar banyak suara dari belakang bukit saya lewat seperti desa atau sesuatu, setelah saya melewati bukit, saya terkejut karena saya tidak menemukan apa-apa dan saya melantunkan surat-surat pendek selama perjalanan, setelah hal aneh itu terjadi lagi Saya melihat seorang pekerja teh dalam perjalanan itu dan saya menegurnya, sosok neneknya tentang usianya yang 50 tahun mengambil sekeranjang teh dan mamaki topi berkemah, setelah saya melihat desa saya akhirnya berhenti untuk melanjutkan perjalanan jika matahari telah terbit , dan saya berhenti di warung untuk minum kopi, * kopi adalah * hehe ketika saya bertanya ke ibu kios.

Saya: bu, mama buka 24 jam warung di sini?
Ibu Warung: ya dik memang kenapa?
Saya: engga bu, saya ingin bertanya, adakah orang ya di jam 2:15 malam minum teh malam bu?
Ibu Warung: ah mas ada, ada orang-orang metik teh jam 2 malam, kalo disini tuh ya teh metik dari jam 6 s / d 6 pagi sampai sore, jadi sisanya tidak ada metik, apa lagi kalau di jam ini.

Saya: buu buu saya lihat, dia memimpin di sini, itu di sudut depan.
Ibu Warung: udah mas gini nggak enak ngomong malam, saran saya mas, mas tunggu di sini sampe pagi, maka terus saja dwarf adalah seseorang yang bilang lihat kakek-kakek, semua jenis mas.
Saya: oh ya saya bu lulus tidur ya.
Ibu Warung: ya mas bukan apa-apa.

Di pagi hari saya bangun untuk membeli sarapan dan melanjutkan perjalanan, ketika saya melihat kiri dan kanan pemandangan sangat bagus, dari timur ada gunung besar dan pangrango berdiri tegak dan dari barat ada gunung kulit kayu. yang tertutup awan putih. Ketika saya tiba di base camp saya membayar tiket parkir 10.000 dan melanjutkan perjalanan karena sudah pukul 07.30 setelah itu saya mendapat tantangan sambalado yang menantang, setelah posting kami, kami melewati puncak pada pukul 09.10 setelah itu kami memutuskan untuk mengatur sebuah tenda di puncak karena cukup lebar untuk 10 tenda.

Setelah makan malam kami keluar untuk memasak makan malam setelah itu, kami hanya tidak ingin melihat kami dan hanya menunjukkan di mana minyak, setelah kami tidur karena kedinginan kami terbangun untuk mendengar ada seperti pendaki yang mendekati tenda kami. Setelah saya buka penjaga di base camp base gunung kencana bersama temannya sekitar 4 orang, setelah saya bingung ada apa, katanya.

Saya cari, saya kirain mas nyasar, tenyata mas di atas, kan mas tahu di gunung kencana jangan ada di sana untuk tinggal di mas, karena takut angin kencang.
“Selain juga pak, saya tidak sendirian kok disini, saya tenda pendaki lain disebelah saya”.
“Pendaki?”.

Kru bingung, ketika saya melihat kembali hanya ada tenda saya, dan tubuh saya lemah dan keringat dingin keluar dari tubuh saya.

“Perasaan isya ada mas disini bersamaku, orang yang kulihat kok kok kok”.
“Tidak ada mas yang punya pengunjung di bawah ini sudah daftar dari pukul 4 maka mas tinggal sendiri, saya pikir mas nyasar, jadi saya langsung kesini”.

Segera saya langsung tidak bertenaga untuk turun bersama kru, dalam pikiran saya membayangkan, siapakah itu? Bagaimana bisa? Perasaan ada di sana? Hingga saat ini saya masih percaya bahwa setiap gunung memiliki legenda urban sendiri, selesai.