Menu

KETEMU DI MESS

June 8, 2020 - Misteri, Mitos
KETEMU DI MESS

KETEMU DI MESS-Kali ini aku pengen cerita pengalaman yang baru aku alami. Pengalaman ini gak terjadi di kantor yang super duper nyaman dan menyenangkan tapi di site (lapangan). Kebetulan aku sedang perjalanan dinas di luar kota untuk penilaian karyawan di pabrik.

Seharusnya aku berangkat ke site bersama tim yang berencana untuk kegiatan dan keuangan di site. Namun karena satu dan lain hal jadi aku sendiri berangkat. Singkat cerita, aku sudah menginjakan kaki di pulau.

Sebelum aku bercerita,perkenalkan namaku adalah Dino.Aku kariawan swasta yang sedang menjalani kerja dinas di luar kota.Ok langsung saja lanjut…!

Aku di jemput sama sopir untuk melakukan perjalanan yang sangat sebentar yaitu 8 jam menuju ke site yang letaknya di tengah hutan deket perbatasan. Aku dijemput jam 1 siang dan sampai di site malam jam 9an, aku dijemput menggunakan mobil fortuner tapi serasa naik kora-kora di dufan karena jalan yang lumayan untuk latihan offroad.

Aku diantar sampai di Mess VIP 4, seperti biasanya aku harusnya menginap di Mess VIP 3 tapi karena penuh sama karyawan lain dari jakarta yang duluan dateng jadi terpaksa aku nginap di Mess 4. Mess 4 ini jarang dipakai karena diperuntukan untuk tamu perusahaan.

Di mess itu aku nginap sendiri saja. Selesai menyantap hidangan yang telah disiapkan aku menyalakan TV (menggunakan tv kabel) untuk melepas rasa lelah letih dan lesu selama perjalanan. Sebelum para pembantu Mess pulang (aku berharap mereka tidur di mess temenin aku, tapi ternyata tidak). Mereka berpesan kalo malam suka mati listrik peralihan sumber listrik dari pabrik ke genset kira-kira 10 menit.

Sedang asyik nonton dan minum jus, tiba-tiba listrik mati. Bersamaan dengan matinya listrik di kamar ku tendengar suara orang “waaahh”. Aku mikirnya mungkin itu warga sekitar (jarak rumah satu dengan yang lainnya kira-kira 50 meter), walaupun suaranya terdengar dari dalam mess. Aku terdiam menunggu sampai lampu nyala (sambil was was juga dengan suasana gelap di tengah hutan).

Setelah lampu nyala aku langsung ke kamar untuk tidur karena besok pagi aktifitas penilaian karyawan harus dimulai. Tetapi sebelum masuk ke kamar aku melirik ke kamar depan kamar aku yang pintunya terbuka. karena parno dengan kamar yang gelap itu jadi aku menutupnya kemudian masuk ke kamar.

Sejenak aku berbaring tak terasa aku tertidur namun gak lama aku terkaget oleh suara “teeeng…teeeng…teeeng..teeeng..” suara velg mobil yang dipukul untuk dijadikan bel sebagai penanda waktu telah menunjukan jam 12 malam. Aku berusaha melanjutkan tidur kembali. Aku coba meraih bantal guling di samping kiri. Tapi…guling yang aku peluk terasa tidak bulat tapi berbentuk dan sedikit kaku.

Aku coba memindahkan ke samping kanan tapi sangat berat. Karena penasaran aku membuka mata untuk melihat dan ternyata…. “aaahkkkkk”. Aku sedang memeluk POCONG. wajahnya sedikit gelap dan masih ada kapas di hidungnya. Dengan segera aku langsung loncat dari posisi tidur jadi berdiri dan lari ke luar sambil berteriak ketakutan. Kebetulan di luar ada 2 orang satpam yang sedang patroli, mereka bingung lihat aku yang kayak orang ketakutan (bukan takut lagi tapi shock berat), tanpa menjelaskan apa-apa aku minta salah satu dari mereka harus menemani aku di mess.

Akhirnya tanpa banyak tanya, pak Damar (salah satu satpam tadi) mau menemani aku, aku pun minta dia temenin aku tidur di sofa ruang tamu mess (aku masih shock masuk kamar). Saat masuk di dalam mess tampak wajah pak Damar sedikit was was sambil sebentar-sebentar cilingak cilinguk melihat sekeliling.

Aku gak mau tanya apa-apa dulu saat itu, aku cuma mengalihkan pembicaraan ke pekerjaan sehari-hari agar mental aku bisa pulih. Saat ngobrol dengan pak Damar tiba-tiba terdengar suara “haaah” entah darimana tapi terdengar dari dalam mess. Sejenak kami yang tadinya ngobrol tiba-tiba terdiam. Kira-kira 15 detik lamanya kami terdiam dengan wajah tegang dan melanjutkan pembicaraan kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dan tiba-tiba “kreek..ngeeeekkk..” suara orang membuka pintu.

Kami semakin panik dan tiba-tiba saja tek…seperti pintu yang terbuka.Pak Damar langsung saja mengalihkan pembicaraan untuk mencoba keluar dari mess,aku sangat takut dan langsung pergi keluar juga.Dan sepertinya pak Damar ingin melanjutkan kegiatan patrolinya karena keadaan yang masih gelap.Jadi aku pen di tinggal sendiri,betapa takutnya aku ketika masuk ke dalam rumah,aku melihat bayangan putih berambut panjang mengintip dari kamar mandi.

Baca selanjutnya….