Menu

KERBAU YANG MISTERIUS

July 28, 2020 - Misteri
KERBAU YANG MISTERIUS

KERBAU YANG MISTERIUS-Ini kisah tentang hantu kerbau atau akrab dikenal dengan “munding jamparing”. Kejadian ini ketika aku usia 12 tahun, dan aku sekarang sudah 25 tahun. Ketika aku dan kedua orang tuaku bersilatuhahmi ke rumah kakek dan nenek. Jadi kalau dulu kami tidak memiliki kendaraan pribadi, jika ingin kerumah saudara kami harus menunggu tumpangan lewat,atau jika tidak telalu jauh kami berjalan kaki.

Kebetulan rumah kakek dan nenek lumayan jauh dari rumah kami. Jadi jika ingin kerumah nenek dan kakek ada dua jalan yang bisa kami tempuh. Yang pertama jalan raya yang lewat kecamatan, sedangkan jalan yang kedua kami harus menempuh jalan setapak yang melewati bukit,sungai dan persawahan. Kami pun memilih jalan setapak karena lebih cepat sampai dan tidak terlalu jauh. Kalau dari jalan raya harus menunggu lama,karena harus menunggu kendaraan lewat,bisa saja sampai 4 jam tidak ada mobil barang yang lewat. Jadi kami lebih memilih melewati jalan setapak.

Dan kalau melewati jalan setapak juga seru dan tidak terasa, karena melewati sungai yang sambilan berenang, melihat pemandangan dan memetih buah cecendet yang rasanya manis,asam,pahit.

Singkat cerita waktu sudah menunjukan pukul 17.15 sore, setelah kami berkunjung, kami pun pulang pada saat itu. Jalan yang kami tempuh masih sama,jalan setapak itu juga. Setelah kami melewati sungai kami juga melewati sawah yang sudah di panen. Kemudian kami mencuci kaki di air pancuran dari mata air yang menngunakan bambu buatan warga. Aku pun melihat ke arah belakang arah sawah yang banyak jerami.

Aku pun melihat ada kerbau yang sedang makan rumput disana. Awalnya aku santai saja tetapi lama-lama aku merinding juga. Sementara itu hari sudah mulai gelap dan juga perjalanan pulang masih terasa jauh karena tanjakan. Karena aku sudah mulai merasa aneh, akhirnya aku beritahukan kepada bapak dan ibuku kalau disana ada kerbau.

Baca cerita lainnya...

“Bu, buu, itu disana ada kerbau?” kataku.
Kemudian ibuku pun melihat kearah yang di tunjukan oleh jari telunjukku. Tidak lama kemudian ibuku menjawab.

“Ah mana gak ada kerbau kok?”.
“Itu bu, itu pas di jerami?”.
“Mana gak ada kok.” jawab ibuku.

Akhirnya bapak juga bilang tidak melihatnya. Dan akhirnya karena aku sudah berkata begitu bapak langsung mengatakan cepat berangkat dari situ. Karena bapak takut terjadi sesuatu kepadaku. Kami pun langsung cepat-cepat pulang kerumah. Aku tidak mengerti mengapa aku bisa melihat kerbau itu.