Menu

KAPAL MISTERIUS

August 26, 2019 - Misteri
KAPAL MISTERIUS

Mempelajari dan mencari tahu arti tentang kehidupan laut yang dapat menambah wawasan kita. Terlebih, apabila disisipi sejarah di dalamnya, atau mitos, atau bahkan ada cerita legenda. Salah satunya mengenai kapal berhantu yang sampai sekarang ini menjadi misteri yang belum terkuak akan kebenarannya.

Konon, kapal hantu/kapal misterius yang berlayar mengarungi samudera-samudera dunia tanpa berlabuh sedetik pun. Di dalamnya, awak kapal yang di bawanya bukan manusia, tentunya.

Kisah misteri mengenai kapal hantu yang mendunia adalah Mary Celeste.

Mary Celeste adalah jenis kapal kargo dan penumpang dua tiang yang ditemukan di Samudra Atlantik. Saat ditemukan, kapal tersebut didapati tanpa awak dan terabaikan, meskipun faktanya cuaca cerah serta krunya berpengalaman.

Muatannya yang dibawa pun terlihat sama sekali tak tersentuh. Banyak barang-barang pribadi milik penumpang dan awak kapal tetap berada di tempatnya, termasuk benda-benda berharga.

Mary Celeste dinyatakan dalam kondisi yang baik atau layak melaut ketika berlayar menuju Selat Gibraltar pada tahun 1872. Kapal misterius tersebut berada di lautan selama kurang lebih sebulan dengan persediaan makanan memadai untuk enam bulan kedepannya.

Akan tetapi pasca melaut, semua kru yang di dalam kapal tersebut tidak pernah terlihat ataupun terdengar lagi. Menghilangnya mereka sering disebut sebagai misteri bahari terbesar sepanjang masa.

Banyak spekulasi beredar tentang kejadian yang menimpa kru kapal, ada yang mengatakan tertimpa bencana alam mulai dari gempa bumi bawah laut, semburan air, hingga penjelasan paranormal terkait dugaan makhluk asing, UFO, monster laut serta dugaan fenomenal Segitiga Bermuda.

Mary Celeste sering digambarkan sebagai prototipe kapal hantu yang misterius sejak ditemukan telantar tanpa penjelasan nyata. Tapi salah satu cerita kapal hantu paling misterius adalah Octavius.

Apa yang membuatnya dianggap sebagai kapal hantu misterius yang paling aneh dalam sejarah? Berikut kisahnya, seperti dikutip dari The Vintage News.

Pada tahun 1761, Octavius ​​berlabuh di pelabuhan London untuk mengambil sejumlah barang muatan yang akan di angkut. Barang-barang tersebut rencananya dikirim ke China.

Kapal layar megah ini meninggalkan pelabuhan dengan kru utuh dan nakhoda yang membawa serta istri dan anak mereka.

Mereka tiba dengan selamat di China dan awak kapal bergegas menurunkan muatan. Mereka kembali ke laut begitu kapalnya terisi kembali dengan persediaan makanan dan barang-barang bagus.

Octavius siap kembali ke Inggris, Akan tetapi karena cuaca sangat hangat, sang kapten memutuskan untuk berlayar pulang melalui Northwest Passage.

Tak ada satupun yang mengira bahwa ini akan menjadi perjalanan terakhir mereka. Sebelum mereka sampai di pantai Inggris, kapal, kru, dan seluruh muatannya tiba-tiba lenyap. Tak ada kejelasan mengenai keberadaan mereka. Octavius ​​pun dinyatakan hilang.

Pada tanggal 11 Oktober 1775, kapal penangkap paus, Herald, yang sedang mengarungi perairan dingin Greenland, menemukan sebuah kapal layar.

Saat mau mendekati kapal itu, kru melihat kondisi kapal seperti “dihantam” cuaca buruk. Layarnya compang-camping, robek dan menggantung tak beraturan di tiang-tiang.

Kapten kapal Herald memerintahkan seorang pesuruh untuk memeriksa kapal misterius tersebut. Ia pun terkejut setelah menyadari bahwa itu adalah kapal Octavius yang dinyatakan hilang 6 tahun lalu.

Ia kemudian memanggil semua awak kapal Herald dan melaporkan temuannya.

Setelah awak kapal berada di bangkai Octavius, mereka pun menyusuri seluruh ruangan dan dek kapal, mencoba menemukan orang selamat di dalamnya.

Rasa takut pun mulai menyelimuti mereka setelah melihat pemandangan mengerikan dan kejadian yang tragis dengan mata kepala sendiri. Mereka menemukan 28 jasad yang mati kaku.

Jenazah sang kapten ditemukan berada di kabinnya, duduk sembari menggenggam pena. Buku catatan perjalanan kapal terbuka di atas meja yang terletak di hadapannya. Tinta dan barang lainnya masih utuh apa adanya.

Berganti ke bagian belakang kapal, kru menemukan jasad seorang wanita terbungkus selimut di tempat tidur. Sama, kondisinya pun kaku. Ia ditemukan bersama dengan jasad seorang anak muda.

Kru Herald pun menjadi sangat ketakutan. Setelah meraih log kapal, mereka pun melarikan diri dari Octavius. Tak lupa catatan kapten pun dibawa untuk dianalisa.

Akan tetapi, mereka hanya mendapatkan halaman pertama dan terakhir saja. Pasalnya halaman tengah buku itu membeku, memadat, dan terlepas dari penjilidan sehingga mereka sulit untuk mengambil seluruh halaman buku.

Ketika log dan catatan dibaca oleh kapten Herald, kapten Octavius ternyata ​​mencoba menavigasi Northwest Passage, namun kapalnya terjebak di es Arktik dan seluruh awak kapal meninggal.

Posisi terakhir kapal tersebut adalah 75N 160W, yang menempatkan Octavius ​​250 mil sebelah utara Barrow, Alaska.

Penemuan Octavius di lepas pantai Greenland, diduga, karena kapal itu terbebas dari es dan berlayar dengan sendirinya melalui sisi lain, di mana Octavius kemudian bertemu dengan Herald.

Awak Herald sangat takut pada Octavius ​​karena menduga kapal megah ini telah dikutuk. Jadi mereka membiarkannya terlantar. Sampai hari ini, Octavius belum pernah terlihat lagi.
beginilah akhir dari cerita yang saya sampaikan kepada anda semua.