Menu

JENGLOT

June 26, 2020 - Fakta, Misteri
JENGLOT

Jengglot telah menjadi sosok misterius yang populer di Indonesia.Yang jelas,banyak orang Indonesia percaya bahwa jenglot memang memiliki kekuatan mistis.

Jenglot pernah muncul secara misterius di Indonesia,khususnya,di pulau Jawa, pada tahun 1997.Jenglot berpenampakan mirip manusia dengan ukuran mungil dan berbadan dilengkapi dengan taring tajam, kuku panjang, serta rambut panjang.

Makhluk itu diduga dapat ditemukan di berbagai tempat, misalnya di bawah tanah, di batang pohon, atau bahkan di atap rumah.Pemilik jenglot juga harus memberinya setetes darah setiap hari.

Jika pemilik tidak menyediakannya, maka dikatakan bahwa orang-orang di sekitarnya dikatakan akan terkena musibah.Darah tidak seharusnya dimasukkan langsung ke jenglot tetapi diletakkan di dekatnya saja. Sementara yang lain mengklaim bahwa jenglot dapat memperoleh nutrisi dari darah tanpa harus bersentuhan dengannya.

Asal Usul Jenglot

Beberapa percaya bahwa jenglot dulunya adalah manusia.

Tradisi menyatakan bahwa makhluk itu adalah seorang petapa atau pertapa yang mempraktikkan sihir terlarang dalam upaya untuk memperoleh kehidupan abadi.

Ketika orang tersebut meninggal, tubuhnya ditolak oleh bumi, sehingga tidak terurai, dan kemudian menyusut menjadi jenglot. Yang lain berpendapat bahwa jenglot adalah makhluk gaib yang dapat ditangkap dan dijinakkan oleh mereka yang memiliki pengetahuan tertentu. Ada juga yang menyatakan bahwa jenglot adalah spesies hewan langka yang tidak diketahui sains.

Pernah ada pameran jenglot yang digelar di Indonesia dan Malaysia.

Mereka yang tidak percaya bahwa jenglot hanya buatan manusia mengklaim bahwa jenglot dapat dibunuh agar pameran berjalan aman.Untuk membunuh jenglot, seseorang perlu menangkapnya dalam botol, dan berhenti memberinya makan darah.

Hasil dari salah satu penelitian tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Ilmu Kedokteran Malaysia pada tahun 2009.

Dalam penelitian ini, sampel rambut dari dugaan jenglot dipelajari menggunakan teknik mikroskopis dan molekuler. Para peneliti menyimpulkan bahwa rambut itu berasal dari manusia, dan mereka ditanamkan di kepala jenglot.

Baca selanjutnya…