Menu

GADIS KECIL DALAM CERMIN

June 29, 2020 - Misteri, Mitos
GADIS KECIL DALAM CERMIN

Saat aku kecil aku sering menghabiskan waktuku sendiri saja. Kami tinggal di sebuah rumah tua di pinggir kota. Tidak ada anak-anak seusiaku yang ditinggal di sana. Aku memiliki adik laki-laki, namun ia masih bayi jadi tidak bisa aku ajak untuk bermain.

Rumah tua yang kami tempati itu banyak sekali rungan kecil. Aku sering sekali bermain di kamar dengan pintu geser dimana tempat itu adalah menyimpanan bayang-barangnya. Karena aku tidak memiliki teman aku sering sekali bermain ke dalam ruangan itu.

Pada suatu hari aku menemukan sebuah cermin tua dalam kamar tersebut. Walaupun kaca itu sudah cukup tua tetapi kaca itu bersih sehingga aku bisa melihat diriku dengan sempurna di kaca tersebut.

Saat aku kembali keruangan itu , aku mendadak menatap cermin. Ada yang sangat membuatku kaget karena aku melihat ada seorang gadis asing didalam cermin itu, aku melihat di sekeliling ku apakah gadis kecil itu ada di sekitarku. Namun tidak ada siapa-siapa pun yang aku lihat di dalam ruangan itu.Aku kembali melihat ke arah cermin itu dan gadis kecil itu tampak dalam cermin itu.

Mungkin karena aku masih kecil jadi aku tidak terlalu takut padanya. Gadis kecil itu memiliki rambut yang hitam panjang dan kulit putih pucat. Ia pun tertawa saat melihatku.

“Hallo,”katanya sambil tersenyum.

Kami pun berbicara satu sama lain,gadis itu juga memberitahuku untuk memanggilnya Lala. Kami mengobrol sepanjang hari didalam ruang penyimpanan itu. Orang tua ku tidak pernah mengambil cermin itu karena mungkin dalam pikiran mereka aku sedang berbicara dengan diriku sendiri. Kelihatannya,Lala tidak dapat dilihat oleh orang dewasa.

Suatu hari aku bercerita kepada Lala bahwa aku kesepian, aku berharap ada teman yang bisa aku ajak bermain.

“Datanglah kemari dan bermainlah denganku,”jawab Lala”.

“Aku tidak bisa kesana?”, Bagaimana caranya? aku bertanya.

Wajahnya berubah lalu ia merendahkan nada suaranya,”aku tidak tahu, bisiknya. “Aku akan tanya……

Aku tidak tahu ia bertanya pada siapa saat itu,yang aku dengar hanyalah keheningan.Hari berikutnya saat aku berbicara kepada Lala,ia tiba-tiba saja senang.”Aku tahu bagaimana caranya.Ayo mari kita bermain!”

Aku senang namun aku selalu ingat pesan Ibu ku kalau mau pergi kemana pun harus memberi tahunya. “Oke aku akan bertanya terlebih dahulu pada ibuku”, balasku.

Lala pun berkata,”Jangan pernah beritahu siapa pun tentang ini, jika aku memberitahu kepada orang lain kami mungkin tidak akan bertemu lagi. Ketika mendengar itu aku terdiam dan berkata bahwa aku tidak ingin melanggar peraturan orang tuaku.

Lalu lala pyn berkata,”Kamu janji akan datang untuk bermain denganku besok kan? Janji?”

“Ya,” jawabku dengan enggan.”Aku janji.” Kami pun berjanji dengan janji jari kelingking. Lala pun tersenyum.

Malam itu aku sangat gelisah sampai tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan Lala,mengapa aku yang harus datang kesana? mengapa tida Lala saja yang datang kemari? Pertanyaan itu terus yang aku pikirkan sampai aku takut sekali.Jika kau ikut dengan nya ke dalam cermin bagaimana aku bisa kembali ?.

Aku sama sekali tidak bisa tidur dan sampai keesokan harinya aku tidak pernah menemuinanya lagi.Aku tidak pernah bermain ke ruang penyimpanan itu lagi. Samapai aku beranjak dewasa aku tidak pernah lagi bertemu dengan Lala. Sejak saat aku bertemu dengan seorang gadis dan kami menikah aku melupakan semua tentang Lala.

Sehabis kami menikah istriku pun hamil.Ia pergi berkenjung ke rumah orang tuanya selama beberapa waktu dan aku tinggal sendiri dirumah. Karena aku sendiri dirumah aku pun berkunjung ke rumah orang tuaku. Ketika saat malam hari aku ingin ketoilet. Aku pun melihat pintu bergeser dari arah cermin, itu adalah tempat penyimpanan dimana aku bertemu dengan Lala.

Aku pun menoleh kebelakang, aku terkejut karena pintu itu tertutup. Aku merinding seketika dan aku menoleh kembali kecermin dan melihat pintu itu terbuka,seketika itu juga aku teringat pada Lala. Dan aku melihat ada asap putih keluar dari ruang gelap itu,aku tampak pingsan saat itu.Pagi pun tiba dan aku pikir itu hanya mimpi buruk saja.

Jadi aku pun memilih untuk kembali ke Apartemenku. Jadi Apartemenku memiliki parkiran bawah tanah yang cukup luar. Aku pun memarkirkan mobil ku di tempat parkir. Baru saja aku ingin membuka mobilku, aku melihat ke arah spion ku tenyata aku melihat Lala dalam cermin. Aku pun menoleh mataku ke arah bangku belakang dan mata kami pun tampak bertemu.

Ia tertawa,”Hallo,katanya sambil tersenyum. Aku merasa aku akan muntah.

“Mengapa kamu tidak kembali waktu itu?”tanyanya.”Selama ini,akau menunggumu.

Aku terdiam,aku tidak tahu haru berkata apa.Aku belum bisa menemukan kata-kata yang pas sat itu.

“Ayo bermain disini selamanya..”Katanya.

Ini tidak benar!”teriakku.Aku tidak bermaksud mengatakannya keras.”Lala,maafkan aku.Aku tidak bisa kesana.Aku tidak akan pergi!”

Lala hanya diam saja. Tangannya berhenti di tengah udara. Dengan sekuat tenaga aku buka pintu mobil dan dengan suara kecil aku berbicara dengannya.

“Aku punya istri sekarang…Kami akan segera memiliki anak..Jadi aku tidak bisa pergi bersamamu.”

“Aku mengerti katanya.”Kau menjadi dewasa…dan aku tidak ingin bermain denganku lagi.

Suaranya terdengar sangat sedih dan kesepian.

“Aku tidak bisa ikut denganmu..”kataku.

Lala pun tersenyum,lalu tertawa. Pada saat itu juga aku benar-benar mengira bahwa ia telah memaafkan ku karena melanggar janji kami.

Lala,baru saja aku ingin berbicara dengan nya namun ia memotong pembicaraanku.

“Jika kamu tidak mau bermain denganku,aku hanya tinggl mencari orang lain”,katanya.”Seseorang seperti dirimu”.

Setelah itu Lala tidak pernah kembali lagi,ia menghilang begitu saja.Aku juga tidak pernah lagi bertemu dengannya semenjak itu.

Namun malam itu istriku menelepon untuk memberitahukan ku bahwa ia keguguran. Bayi kami meninggal. Akhirnya aku mengerti maksud perkataan Lala. Bahwa Ia berkata “Seseorang sepertimu.”

Baca selanjutnya….