Menu

Diduga Diculik Makhluk Gaib

February 8, 2019 - Fakta
Diduga Diculik Makhluk Gaib

Seorang turis Chili yang tersesat di hutan hujan Amazon selama sembilan hari mengatakan, sekelompok monyet membantunya bertahan hidup dengan meberinya makan.

Maykool Coroseo Acuña, 25, berkemah di Madidi National Park Bolivia dekat Sungai Tuichi bersama dengan rombongan tour dari Max Adventures dan kemudian tersesat di hutan.

Acuña bergabung dalam kelompok tur dari Max Adventures, yang melakukan perjalanan di daerah terpencil dari taman nasional yang hanya dapat diakses dengan perahu dari kota terdekat.

Pemilik Max Adventures, Feizar Nava mengatakan, Acuña telah mendaftar untuk tur dengan wisatawan lain.

“Kami bertemu hari sebelumnya, dan kelompoknya pergi ke hutan hujan sore hari ditemani seorang pemandu.”

“Ketika mereka kembali ke perkemahan, Acuña tampak bersemangat, meskipun ia bertindak sedikit aneh.”

Acuña kemudian menolak untuk bergabung bersama wisatawan lain di kabin untuk berpartisipasi dalam Pachamama atau Mother Nature (Ibu Alam), sebuah upacara untuk mengucapkan terima kasih pada Pachamama karena telah memperbolehkan mereka masuk hutan.

Semua wisatawan ikut berpartisipasi dalam upacara ini.

Ketika pemandu pergi ke kabin untuk memeriksa Acuña, ia tak bisa ditemukan.

Kelompok ini menghabiskan waktu berjam-jam mencari Acuña, tapi dia menghilang tanpa jejak.

Nava yakin itu karena dia tidak berpartisipasi dalam Upacara Pachamama, sehingga menyinggung penguasa alam.

Dia mengatakan, mereka yang tidak menghormati Pachamama bisa gila karena “Duende”, roh jahat yang menyembunyikan korban di dimensi lain.

“Bagi saya sendiri, ini adalah budaya kita,”kata Direktur pengelola Taman Nasional Madidi, Marcos Uzquiano saat diwawancara National Geographic.

“Kami percaya Duende benar-benar ada. Dan kami pikir, mungkin pria itu diambil oleh dia,” tambahnya.

Penjaga taman menghabiskan waktu beberapa hari untuk mencari Acuña, tapi tidak berhasil.

Enam hari setelah ia menghilang, semua yang mereka temukan adalah kaus kaki berlumpur tergeletak di tanah hutan.

Dukun spiritual diundang ke kamp mengadakan ritual dalam upaya untuk menemukan Acuña.

Mereka bahkan menggunakan kaus kaki berlumpur itu untuk mencoba melakukan kontak dengan jiwanya.

Dukun itu juga membawa beberapa item lain, dengan harapan mereka akan membantu menemukan Acuña seacra spiritual.

Adapun yang mereka bawa di antaranya, rokok, bir kaleng, daun koka, botol anggur, lilin, confetti dan salib kayu ukuran besar.

Mereka melakukan beberapa upacara dengan harapan dapat menghubungi Acuña yang mereka percaya terjebak dalam dimensi lain.

Sembilan hari setelah ia menghilang, penjaga mendengar Acuña berteriak dari tepi sungai, yang letaknya satu mil dari kamp.

Acuña ditemukan dalam kondisi sangat buruk, banyak bekas gigitan dan sengatan di sekujur tubuhnya setelah ia berada di padang gurun lebih dari seminggu lamanya.

Ia mengatakan, dirinya bertahan hidup dengan mengikuti monyet.

Monyet itu menjatuhkan buah baginya untuk makan dan membawanya ke tempat penampungan air setiap hari.

Acuña mengatakan, malam sebelum ia ditemukan di tepi sungai, ia berdoa dirinyaa akan diselamatkan.

Ia juga mengatakan tidak percaya pada dukun atau budaya dari hutan Bolivia, dan hanya percaya Tuhan lah yang telah menjaganya tetap selamat sampai hari ini.