Menu

DI MASUKI ARWAH KAKAKNYA SENDIRI

June 7, 2020 - Misteri, Mitos
DI MASUKI ARWAH KAKAKNYA SENDIRI

DI MASUKI ARWAH KAKAKNYA SENDIRI-Sebelum aku menceritakan lebih lanjutnya,perkenalkan namaku adalah Sani lulina.Saat itu kami ada acara kamping atau makrab (Malam keakraban).Kami sepakat untuk pergi ke hutan itu karena sudah jadi kebiasaan dari fakultas kalau setiap ada makrab pasti ke hutan itu.Suasana saat itu sangat tidak mendukung karena hujan rintik-rintik turun.Jadi kami pun mencoba untuk kembali ke pondok utama,jadi ada pondok utama yang tidak terlalu masuk ke dalam hujan.Panitia membooking tempat kami berkempul itu di Pondok 2 yang lumayan agak masuk ke dalam hutan.Banyak sepetulnya tenda-tenda yang berdiri di dekat pondok itu.

Jadi sebelum kami melanjutkan menuju pondok 2 kami pun diberi arahan terlebih dahulu dari bapak yang menjaga tempat itu.Jadi ada pemandu yang yang memberi arahan kepada setiap orang yang ingin kemping disini.Setelah lumayan reda kami pun di tuntun oleh pemandu itu menuju pondok 2.Sesampainya di pondok itu kami pun langsung bergegas membersih kan pondok itu,karena sepertinya agak berdebu dan kotor karena daun-daun.Sebelum pergi pemandu itu pun mengingatkan sekali lagi agar kami bersikap sopan,jangan membuat kerusuhan dan tidak sembarangan membuat apa pun di daerah hutan.Dan aku juga sempat mendengar pemandu itu mengatakan kepada kakak pembina kami,”Jika kalian melanggar jangan harap kembali,bapak hanya sarankan itu saja kalau yang tidak terlalu parah pasti kamu juga sudah tau kan.”ok pak saya coba untuk menghendel angkota saya pak”jawab kakak pembinaku.

Setelah aku mendengar semua itu aku jadi kepikiran tentang apa yang dikatakan bapak itu.Aku pun hanya selalu berdoa dalam hatiku agar tidak terjadi hal-hal menyeramkan itu.Kira-kira jam 8 malam kami pun berkumpul untuk membuat acara mebuat api unggun saat itu.Kami semua mengelilingi api unggun agar memberi kehangatan pada tubuh kami,karena baru selesai hujan jadi dingin sekali rasanya.Tidak lama kami bernyanyi dan minum teh hangat,aku melihat ada yang tidak aku kenali di antara kami.Ia hanya duduk diam saja di sebeleh teman ku yang bernama Radit.Aku pikir itu temanya Radit karena aku juga tidak terlalu kena dengan sekampusku,aku bisa kenal dengan Radit karena kemarin ia pernah membantuku saat dikampus.

Aku tidak terlalu memperdulikan itu aku terus bercerita dan bernyanyi bersama teman-temanku.Sampai akhirnya ada pengumuan jadi agak hening saat itu,aku pun melihat semua wajah-wajah mereka namun aku tidak melihat lagi yang duduk dekat Radit,melainkan yang duduk di samping Radit adalah Kakak tinggkat ku.Loh apa aku tadi salah liat ya,aku tidak ingin memikirkan itu lagi karena suasana saat itu dingin.Aku hanya memikirkan tidur dengan memakai selimut yang sangat tebal.Setelah acara selesai kami pun beristirahat karena jam juga sudah menunjuk kan jam 12 malam,karena besok acara berikutnya dimulai dari pagi.Jadi didalam pondok itu kami semua beristirahat,jadi ada skat yang memisah kan kami dengan ruangan tidur laki-laki.Jadi di ruang depan laki-laki dan di ruang belakang perempuan.Sebenernya pondok itu seperti rumah yang memiliki ruang tamu dan kamar tidur seperti itu,sebelum kami tidur aku pun mencoba berbicara kepada Mita.”mit kamu bisa tidur gak?”tanyaku.”Aku takut san”jawabnya.”Udah jangan takut mit kita doa aja biar tenang yuk.Kami pun berdoa bersama,langsung saja kami mencoba tidur.Tidak beberapa lama kami tidur,jangan..jangan..astaga mit,betapa kagetnya aku mita tiba-tiba saja memeluk ku,mit kamu kenapa?Jangan aku gak mau,kakak pembimbing pun datang.

Mita kamu kenapa.?Kakakā€¦ngeee dan tampak ia sepertinya menangis,”seprtinya ia sedang mengigau”,jawab kakak pembinaku.Ia pun tetap memeluk tubuh ku dan kami pun tidur kembali.Untung saja Mita sudah tidak mengigau lagi.Namun tidak denganku aku pun mulai gelisah karena mendengar seperti rintihan tangisan perempuan.Aku berusaha cuek saja dengan keadaan itu,aku langsung tidur kembali tanpa mempermasalahkan hal itu.Aku hanya bertekat agar tidak takut dengan mereka,karena aku tidak menggangu mereka.
Keesokan harinya suasana semakin mencekam ya setelah kami menyelusuri hutan pada siang hari,malam harinya kami bersiap untuk hal yang exstrim karena kami bermain di malam hari.Tidak lama acara itu dimulai sebagian teman kami menjadi kesurupan,aneh sekali mereka entah di rasuki setan dari mana pun aku tidak mengerti,beberapa yang kesurupan itu sangat aneh.Ada yang menjadi kakek-kakek,mbak kunti,jadi anak kecil,mengaum seperti singa.Semua di coba di tenangkan satu persatu.Namun aku juga takut pada saat itu,hanya saja aku harus percaya dengan sang pencipta.

Pas kejadian itu sepertinya Mita takut dan memegang tanganku,”Tenang ya mit,pasti cepet beakhir kok”,heeet kamu kenapa Mit,sepertinya ia di rasuki oleh makluk tak kasat mata lagi.Paska itu Mita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa namun ia tetap memegang tanganku.Dan entah mengapa aku sama sekali tidak takut saat itu,malah aku bertanya kepada mahkluk yang berada di badan Mita.”Kamu siapa.?mau apa kesini?tanyaku.”Aku abangnya Mita,aku tidak ingin mahkluk jahat itu masuk ke badan Mita,lebih baik aku saja yang masuk ke dalam tubuhnya,itulah jawaban yang di luntarkan arwah abng nya Mita.Aku tetap bersama Mita dan mengobrol dengan abangnya tersebut,sedangkan yang lainya sedang menenangkan yang lain.

Cukup lama abngnya Mita di dalam dirinya Mita,sampai pada akhirnya kami ingin pulang lah baru abngnya Mita kelur dari tubuhnya,sempat Mita pingsan saat itu.Kami pun memilih untuk kembali langsung berkemas-kemas.Aku belum berani menceritakan kejadian itu kepada Mita dan pada akhirnya aku ceritakan pas di kampus.Mita pun menceritakan tentang abangnya,jadi abangnya agak bandel namun ia sangat sayang kepada Mita walaupun Mita sering melawan kakaknya itu.Mita bercerita kalau kakaknya itu meninggal karena jatuh dari dari motor ketika ingin menyemput Mita.

Mita pun menagis mengingat kejadian itu,karena kejadian itu tepat di depan matanya.Aku pun mencoba menenagkan Mita saat itu.

Baca selanjutnya….