Menu

Bercinta Dengan Hantu

May 10, 2018 - Misteri
Bercinta Dengan Hantu

Kisah ini diceritakan oleh seorang kenalan saya, ada seorang pria yang hampir berusia 55 tahun sebut saja namanya Mr. Puspo. Bapak Puspo sejak muda bekerja di penginapan kecil yang cukup ramai juga di Jl. Prawirotaman, Yogyakarta. Saya bertemu ayah ini pada tahun 2002, pada waktu itu saya bekerja di rumah sakit sebagai pemasaran. Pekerjaan saya adalah menjalin kerja sama dengan hotel dan penginapan di Jogja.

Pak Puspo pun menceritakan tentang kisah yang pernah di alaminya sangat mengasyikkan tetapi juga menegangkan. Itu di akhir 70-an atau awal 80-an, saya agak lupa dan berlangsung selama beberapa hari. Saat itu dia selain melayani sebagai resepsionis atau resepsi di siang hari serta penjaga penginapan. Setiap malam dia tidur di kamar di penginapan, yang letaknya agak di belakang. Penginapan ini dibangun pada tahun berapa juga tidak ada tahu, akan tetapi sudah cukup tua.

Suatu malam sekitar pukul setengah sembilan, ketika tubuh lelah, Tuan Puspo pergi ke kamar tidur untuk beristirahat. Ia meletakkan tubuh yang lelah ke kasur yang cukup empuk dan nyaman, sebentar Pak Puspo sudah sangat mengantuk. Karena Pak Puspo tidak lelah untuk menutup pintu yang setengah terbuka. Antara sadar dan bukan Pak Puspo melihat sekelibat bayangan perempuan melalui celah pintu. Dia ingat tamu perempuan yang tinggal di sana sedikit gemuk, tetapi dia melihat seorang wanita tinggi dan tinggi dan berambut sampai ke pinggang. “Agak terkejut, tapi saya tidak terlalu peduli, saya terus tidur,” kata Pak Puspo dengan antusias.

Malam berikutnya Mr. Puspo tidur sekitar jam dua belas, karena temannya yang menggantikan resepsionis di resepsi tidak terlalu sibuk. Lagi-lagi pintu kamar dibiarkan setengah terbuka, setelah beberapa lama terbaring di sana ada bayangan wanita seperti tadi malam. Pak Puspo bertanya-tanya siapa bayangan itu sebenarnya, tetapi Pak Puspo tidak terlalu bingung. Dia jatuh tertidur lelap sampai dia sadar bahwa seseorang telah menyentuh kakinya. Dengan berbaring dia membuka matanya, betapa terkejutnya dia melihat sosok wanita yang sangat cantik dengan rambutnya yang longgar duduk di samping kakinya.

“Wajahnya sangat cantik mas, tapi agak pucat, baunya sangat harum tapi harumnya tidak enak,” katanya kepada saya. “Wanita itu hanya tersenyum manis, lalu pergi, anehnya saya sama sekali tidak merasa takut,” tambahnya. Setelah itu akhirnya Pak Puspo tertidur lagi sampai pagi.

Malam ketiga Pak Puspo penasaran dengan dua malam berturut-turut. dia tidak sengaja tidur lebih awal, sekitar jam sebelas. Dia menunggu wanita itu datang lagi. Satu jam menunggu untuk membuat Mr. Puspo sedikit mengantuk, dia akhirnya tertidur juga. Sekitar jam satu malam, dia dibangunkan dengan sentuhan lembut di kakinya. Pak Puspo bangkit dan melihat sosok wanita yang mendekatinya kemarin. “Wanita itu tersenyum, lalu dengan lembut memijat kaki saya,” kata Puspo. Selanjutnya, dia berkata, “Sedikit pijatan dan pijatan sangat baik, saya belum pernah dipijit dengan cara ini. Saya hanya diam karena itu benar-benar bagus.” Setelah pijatan yang panjang, wanita itu tidur di samping Mr. Puspo dan mulai membuat rangsangan seperti suami dan istri sedang bercinta. Singkat cerita Pak Puspo dan sosok wanita melakukan hubungan seksual. “Mas terasa berbeda, tidak seperti dengan istri saya, ini sangat lembut, hangat sih saya belum pernah mengalami kenikmatan ini sebelumnya,” jelasnya dengan antusias.

Kejadian ini berlangsung selama beberapa hari mungkin hingga lima kali, Pak Puspo sendiri juga lupa berapa kali dia tidur dengan sosok wanita itu.

Suatu malam setelah kejadian, Mr. Puspo menunggu saat-saat indah itu terulang kembali, tetapi apa yang terjadi?

Saat itu sekitar dua tiga puluh malam, dia bangun dan mencium bau yang sangat tengik, sangat buruk dan membuat mual. Dia bangun, bertanya-tanya apa bau itu, tetapi belum dijawab, datang sosok berbulu hitam besar dengan mata merah cerah, kuku panjang, sangat menakutkan, “dia menunjuk pada saya,” katanya. Mr. Puspo menyebut sosok itu sebagai Gandaruwo. Tanpa basa-basi, Gandaruwo mencekik leher Pak Puspo sampai dia tidak bisa bernafas. Dia bergumul dengan makhluk itu. Secara spontan Tuan Puspo berdoa memohon bantuan dari penguasa. Akhirnya Gandaruwo melepaskan tangannya dari leher Pak Puspo, melangkah mundur satu langkah, wajahnya masih tampak marah, lima detik kemudian Gandaruwo hilang dan hilang juga bau anyir itu.

Tuan Puspo lemas di lantai, dan sebisa mungkin berdoa untuk berterima kasih kepada Tuhan karena telah membuang makhluk itu. “Jika tidak ada bantuan Tuhan, saya mungkin tidak dapat menemui mas dan menceritakan kejadian itu,” kata Mr. Puspo menutup cerita.