Menu

BAYANGAN DI KOLAM RENANG

July 17, 2020 - Misteri
BAYANGAN DI KOLAM RENANG

BAYANGAN DI KOLAM RENANG-Aku dan dua sahabatku pergi berenang ke kolam berenang.Jauh-jauh hari Aku,Sudi dan Edo sudah merencanakan untuk berenang. Akhirnya kami pun memutuskan pergi berenang ke kolam renang.

Sudi yang paling semangat saat ingin pergi, karena ia sudah lama tidak berenang. Apalagi beberapa minggu ini tidak turun hujan. Musim kering panjang ini cocok untuk berenang. Aku dan Sudi cukup jago dalam berenang. Sedangkan Edo tidak begitu ahli dalam berenang,tetapi pengen ikut saja dengan kami. Maklum lah Edo anak kutu buku dengan kaca mata yang tebal, yang tidak begitu pintar olahraga. Namun walaupun ia kutu buku ia tidak tampak cupu sekali.

Setelah kami membayar uang masuk, kami pun langsung menuju loker dan kamar mandi untuk bersiap masuk ke kolam. Edo pun mulai melepas kacamata dan jam tangannya.

“Lho,kok dilepas jam tangannya?Emangnya gak anti air?” tanya Sudi.

“Emang masih jaman jam tangan yang gak tahan air?” tanya ku becanda.

“Ah, jam tangn ini sudah pernah jatu sekali. Lumayan parah, sampai harus digantu beberapa komponenya. Jadi aku agak serem juga kalau bawa ke air..,jawab Edo.

“Ganti aja yang baru bro,”cela Sudi.

“Jangan, jam ini bernilai. Pemberian almarhum kakek ku.”

“oww, pantesan aja di jaga banget,”ujar ku yang sudah selesai mengganti pakaian dan mengenakan kaca mata renang.

“Iya,jam tangan ini sangat bernilai…”

Saat itu kolam nmasih ramai.Padahal sebetulnya jam 7 malam. Ada juga segerombolan anak muda yang berenang ternyata.

” Yah,kirain bakalan sepi.Kecewa dah,” keluh Sudi.

“heheheh, sudahlah jangan terlalu menghayal. Yuk masuk berenang,” kataku padanya.

“Iya nih,ayo ajarin aku berenang hehehe”, cela Edo.

Walaupun panjang kolam renang 50 meter, Aku dan Sudi sanggup berenang beberapa putaran kolam. Sedangkan Edo tidak berani berenang jauh hanya di pinggiran kolam saja. Tidak lama edo berenang tiba-tiba saja ia tanpa tepelosok ke tengah kolam yang lumayan dalam.

Edo yang sangat panik pun tampak menggapai-gapai beberapa saat, lalu tiba-tiba saja tidak kelihatan lagi. Untung saja sudi sempat melihat Edo yang tampak kesulitan dan ia juga merasa heran karena Edo bisa ke tempat kolam yang dalam. Sudi pun langsung naik ke kolam dan meloncat ke arah Edo yang tenggelam. Sudi langsung masuk ke dalam air untuk mencari Edo yang hilang. Sudi yang panik tampak kesulitan mencari Edo yang tenggelam di kolam yang cukup dalam itu. Tidak lama Sudi mencari nya akhirnya ia melihat ada bayangan Edo di dalam kolam.

Sudi pun bergegas menarik Edo dan membawanya naik. Sepertinya Edo banyak meminum air kolam. Tetapi Kami bersyukur kalau Edo tidak apa-apa.

“Uhhuukk…. air keluar dari mulutnya Edo tampak seperti ketakutan.

“Huuuh.. kamu hampir saja membuat aku gila, ujar sudi yang terengah-engah sambil menepuk pundak Edo.

“Kamu kan gak bisa berenang do, kok bisa ke tempat yang dalem sih?” tanya ku padanya.

Edo pun tidak menjawab. Ia hanya duduk diam saja. Sudi pun tidak berniat berenang lagi, aku tetap melanjutkan beranang ku yang tannggu rasanya.

Akhirnya Edo datang menghampiri dan berkata “man..naik yuk! Nanti aku cerita, kita pulang sekarang ya!.”

Dan akhirnya kami bergegas untuk pulang. Ditengah perjalanan Edo bercerita kalau di kolam tadi ada yang menariknya ke tengah kolam dan ia juga tampak melihat bayangan hitam didalam kolam saat ia tenggelam masuk. Suasanan saat itu tampak berubah bulu kuduk ku pun merinding mendengar cerita Edo. Kami juga bersyukur kalau Edo tidak apa-apa.