Menu

7 Sejarah Fakta Unik Sumpah Pemuda

June 21, 2018 - Fakta
7 Sejarah Fakta Unik Sumpah Pemuda

Oktober adalah bulan yang sangat penting bagi Indonesia, serta membuka mata kita kepada semua remaja yang menjadi bagian terpenting dari kelahiran persatuan di Indonesia. Simbol persatuan di Indonesia saat ini tidak lepas dari peran pemuda saat kemarin. Yuhuuu … mengaduk-aduk buku sejarah atau mengoceh hari penting nasional akan ditemukan bahwa 28 Oktober menjadi hari sumpah pemuda. Kesadaran menjadi negara merdeka dan merdeka telah bergema sejak 17 tahun sebelum proklamasi.

Tapi kau tahu? Ternyata banyak fakta unik dan menarik di balik peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928 silam.

1.Pencetus Sumpah Pemuda berusia di bawah 18 tahun sampai 20 an tahun :

Inilah yang membedakan masa muda dengan zaman sekarang. Di bawah usia 18 tahun berarti masih usia yang sama dengan sekolah menengah pertama atau sekolah menengah yang setara. Pada usia itu tentu saja ababil masih ada, yang jelek masih ada, itu hanya stabilitas dan gejolak masa lalu dan masa sekarang berada dalam kasta yang berbeda. Anak-anak Galaunya saat ini masih seputar jerawat nangkring di dahi atau gebetan teman-teman terpojok, nah galaunya mereka tentang nasib bangsa yang besar dengan ribuan pulau dan berbagai kekayaan alam. Hey .. kalian yang mengakui sekarang, sudah ngelakuin apa untuk bangsamu? Apakah Anda masih sibuk dengan kisah cinta kecil Anda? Siaran Langsung #lhoohhhh. Ga tidak mengaku paling hits jika instagram Anda masih berisi selfi tanpa inspirasi dan up date status Anda masih tentang hal-hal unfaedah. Ayo, berkontribusi

2. Mengelabui Polisi Belanda :

“Jangan gunakan kata independensi, karena pertemuan malam ini bukan pertemuan politik dan tolong tahu yang sama”, kata Suogondo Djojopoespito yang menerima sambutan meriah dari para peserta ketika membuka kongres pemuda II pada 27 Oktober 1928. Kata kemerdekaan pada saat itu waktu menjadi tabu untuk diundang, polisi Belanda mengamati dengan seksama pertemuan pemuda. Mereka bertugas memastikan bahwa kongres pemuda II tidak akan mengganggu stabilitas kolonialisme di Indonesia. Keberanian mereka untuk mengambil risiko dan kecerdikan dalam pengolah kata dapat menjadi pelajaran berharga bagi penerus kami. Jangan takut untuk mengatakan yang sebenarnya. Ga perlu menangis bombay lalu berkecil hati saat menemui halangan. Semangat, Kuy!

3. Sekretaris Konggres yang paling menguasai Bahasa Melayu :

Para peserta kongres II berkomunikasi dalam bahasa Belanda. Ucapan, selamat datang dan lainnya menggunakan bahasa Belanda. Hanya ada satu orang yang dipercaya menguasai bahasa Melayu (istilah untuk bahasa Indonesia saat itu) yah, ia diberi nama Muh Yamin. Karena kemampuan bahasanya, ia diangkat menjadi sekretaris kongres pemuda. Risalah pertemuan yang ditulis oleh Yamin dalam bahasa Melayu. Bisa dibayangkan, orang berbicara bahasa Belanda dan doi pake dalam bahasa Melayu. Ngalah-ngalahin google translate ya ….

4. Peserta yang hadir lebih dari 700 tapi di daftar hadir hanya 82 peserta :

Youth Congress II dihadiri oleh berbagai organisasi pemuda dari berbagai daerah. Mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Jadi, tentu saja peserta kongres dihadiri oleh lebih dari 700 orang. Hanya … dalam dokumen yang disimpan hanya ada 82 peserta. Daripada 700 peserta menjadi hoax, semua dokumen dari proses Kongres disita oleh polisi jahat Belanda (dia …). Ada kemungkinan bahwa daftar hadir 600-orang ini terselip di suatu tempat.

5. Lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan dan tanpa syair :

Lagu kebangsaan Indonesia pertama bergema di Kongres II. WR Soepratman menggesek biolanya, membawa instrumen Indonesia Raya. Ini semua dipaksa untuk mengambil restu dari penyebutan “Indonesia” dan “Merdeka” ke dalam larangan keras dari kolonialis Belanda. Bisa-bisa para pemuda pulang dengan nama live jika terpaksa menyanyikan lirik Lagu Indonesia Raya.

6. Pencipta lagu Indonesia Raya menyisakan misteri tentang kisah cintanya :

Ini adalah fakta paling tragis di antara fakta-fakta seputar sumpah pemuda lainnya. Itulah faktanya pencipta lagu Indonesia Raya. WR Soepratman yang akrab dengan kata dan nota indah itu ternyata membuat kisah cintanya sebagai misteri hingga sekarang. Kusbini berkata kepada sahabatnya, “WR Soepratman menutup rahasia kehidupannya di Taman Asmara”. Kesepian dan patah hati menggerogoti hari-harinya. Secangkir kopi menjadi teman dekat di tengah kecemasan. Penulis lagu Indonesia Raya membawa kisah gelapnya ke makam. Tepat tanggal 17 Agustus 1938 penulis lagu Raya Indonesia menutup usianya karena sakit tak lama setelah pembebasan Belanda dari penjara.

7. Naskah sumpah pemuda hanya dirumuskan satu orang saja dan disepakati lewat pandangan mata :

Siapa sangka formulasi sumpah pemuda hanya dipicu oleh satu orang. Perjanjian itu diambil tanpa perdebatan yang cukup panjang melalui mata #eaa. Sunario yang sungguh-sungguh Tuan dari pengintai kepanduan sedang berbicara di sesi terakhir, Muh Yamin yang berada di sebelah Soegondo (ketua kongres) memberikan selembar kertas dan berbisik, “Saya memiliki formula resolusi yang elegan”. Soegondo membaca koran dan melihat Yamin. Yamin membalas tatapannya dengan senyuman, tanpa berpikir panjang. Soegondo membubuhkan tanda-tanda setuju dengan resolusi elegan Yamin yang sekarang dikenal sebagai Manuskrip Sumpah Pemuda.